Mengingatkan dan Menjewer demi Tujuan Mulia

PAGI buta (Ahad, 05 Agustus 2018 - 01.10WIB) saya benar-benar bersyukur telah diingatkan oleh Maestro sekaligus sang Master Prof. Imam Robandi di salah satu grup WA (WhatsApp). Diingatkan tentang kesantunan menulis dan prinsip-prinsip dasar mengunggah tulisan untuk dibaca oleh orang lain. Meskipun coba klarifikasi di akhir tulisan dengan kalimat disarikan dari berbagai sumber.
Mengingatkan, menampar, dan atau menjewer pada prinsipnya sama saja. Sama-sama sakit dan amat menyakitkan. Apalagi bagi kita-kita yang belum pernah merasakan dan diperlakukan seperti ini. Tetapi dibalik rasa sakit itu ada banyak hikmah yang mendalam bagi penulis untuk dijadikan 'ibrah' agar dalam menuliskan artikel tidak lagi dengan sembrono dan gegabah asal 'comot' dalam mencari sumber dan referensi yang akan diunggahnya. Apalagi kalau sudah dalam ranah 'menjiplak' satu karya orang lain, yaitu menyalin tulisan dengan lebih dari 20 %.

Filantropi Media Massa

 
Bencana gempa bumi 7,0 skala richter yang mengguncang Lombok, NTB pada Minggu (5/8/2018) memunculkan kepedulian dari banyak kalangan. Beberapa media massa arus utama (mainstream media) dan media sosial (medsos) turut menggalang dana sumbangan masyarakat. Sejumlah stasiun televisi, radio, koran, majalah, dan portal berita online membuka wadah untuk penerimaan bantuan masyarakat. Termasuk Koran Malang Post yang menggelar aksi “Malang Peduli Lombok”.

Berita Lainnya :