Sastra Sebagai Jembatan Komunikasi Generasi Mantul

Oleh Ardi Wina Saputra, dosen Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

Virus pergaulan bebas nampaknya bukan hanya menjangkiti para muda-mudi dan para remaja, namun juga mulai menyisir para generasi alfa, yang seharusnya masih asik bermain dengan anak seusianya. Generasi yang kerap kali menamkan diri sebagai generasi mantul (mantap betul) ini sangat akrab dengan gawai. Perkembangan IT diiringi dengan maraknya informasi yang masuk pada pelbagai aplikasi ponsel pintar memang tak dapat dibendung lagi. Terlebih sejak tahun 2016, Indonesia telah tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Asean. Itu berarti bahwa membeludaknya informasi tak dapat dielakkan lagi. Masalah yang terjadi adalah kurangnya filter yang dimiliki oleh anak dalam menyerap informasi.

Telepolitik dan Televisi

Oleh Sugeng Winarno
Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

    Relasi antara media massa dan politik telah menjadi keniscayaan. Tidak ada laku politik tanpa keterlibatan media. Peran yang dimainkan media sangat signifikan dalam dunia politik. Televisi sebagai salah satu media massa berkontribusi penting dalam politik. Melalui acara debat politik di televisi misalnya. Debat televisi jadi ajang adu argumentasi para kandidat pasangan calon yang ikut berkontestasi. Kepiawaian sang aktor politik yang disorot kamera dan ditonton jutaan pasang mata itu bisa jadi sarana pendidikan politik dan ajang berebut dukungan.
    Melalui media televisi, sang kandidat bisa mengomunikasikan visi misi dan program kerjanya dengan lebih efisien.

Budaya Filantropi Dalam Diri Elite Politik

Oleh : Nuruddin Musyafa’
Dosen AIK Universitas Muhammadiyah Malang

Hirarki kebutuhan menurut Abraham Maslow terdiri dari lima hal, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, dicintai dan disayangi, dihargai, dan aktualisasi diri. Lima kebutuhan tersebut secara berurutan mulai terendah sampai tertinggi. Ketika kebutuhan terendah sudah terpenuhi, secara otomatis berpindah ke tahap selanjutnya, hingga titik puncak.
Ada keterkaitan erat antara hirarki kebutuhan dengan calon legislatif (caleg) dalam hal arah politik, langkah berkampanye serta penentuan sikap saat menjadi legislatif. Apa orientasi caleg menjadi anggota legislatif? Aktualisasi diri sebagai bentuk optimalisasi kemampuan dan potensi diri atau pekerjaan mendapat gaji layaknya karyawan di sebuah perusahaan.