Mengenal GM Atria Hotel & Conference, Wahyono

Tidur di hotel setiap hari demi totalitas bekerja. Hal itu dilakukan sebagian besar General Manager (GM) hotel. Seperti dilakukan oleh Wahyono, GM Atria Hotel & Conference Malang. Pria yang berdomisili di Surabaya tersebut pergi dan pulang kerja dari dan ke kamar yang terletak di lantai 9 hotel di Jalan Letjen S. Parman itu.

Setiap hari, pria yang akrab disapa Yoyon ini menempati satu kamar yang memiliki fasilitas cukup lengkap. Selain fasilitas standar kamar hotel, terlihat ada satu sudut kecil yang digunakan sebagai ruang kerja dadakan, ruang tamu dan dapur kecil di kamarnya. “Setiap hari, saya tinggal di hotel ketika jam kerja. Dengan begini, saya jadi tahu bagian mana saja yang perlu dibenahi. Sekaligus, bisa lebih dekat dengan tamu dan juga karyawan lain,” papar Yoyon kepada Malang Post.

Setiap pagi, usai bangun tidur, Yoyon langsung mengecek segala operasional hotel. Tak jarang, ia ikut menyantap sarapan pagi bersama para tamu. Pria supel tersebut tak segan menyapa dan melayani mereka. “Sesekali, saya ajak ngobrol. Macam-macam bahasannya, mulai dari sekadar sharing pengalaman bagaimana rasanya menginap di sini hingga bersenda gurau. Sehingga, tamu merasa nyaman dan tak segan untuk kembali lagi ke hotel kami ketika berada di Malang,” beber dia.
Pendekatan Yoyon terhadap tamu tidak hanya dilakukan ketika momen makan pagi saja. Seringkali, ia memanfatkan beberapa event hotel, seperti geber menu ‘Rolasan Awwan’ untuk makan siang dan ‘Pasar Numplek Lagi’ ketika malam hari. “Berdasarkan obrolan tersebut, kami bisa mendapat berbagai macam masukan dan ide kreatif dari tamu yang datang. Kami jadi tahu kebutuhan dan keinginan pasar saat ini sehingga bisa menjadi koreksi bagi hotel kami agar lebih baik lagi,” kata Yoyon.
Di tengah kesibukan yang cukup padat setiap harinya, Yoyon tak lupa meluangkan waktu untuk keluarganya yang ada di Surabaya. Ketika weekend, Yoyon pulang ke Surabaya untuk berkumpul bersama keluarga. “Setiap satu bulan dua kali, saya menyempatkan diri untuk menyambangi anak dan istri. Apalagi, jarak antara Malang dan Surabaya tidak jauh,” beber dia.
Ketika sedang berada di rumah, Yoyon betul-betul meamnfaatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Mengingat, saat musim liburan, ia malah tidak memiliki banyak waktu dan harus segera kembali ke Malang karena tanggung jawabnya sebagai GM.
“Waktu berkumpul bersama keluarga penting untuk saya. Maka biasanya saya mengajak mereka jalan-jalan. Tak jarang, keluarga yang bergantian datang ke Malang untuk menghabiskan waktu liburan di sini. Yang penting kebersamaannya,” ujar ayah dua anak tersebut.
Kepada Malang Post, Yoyon mengungkapkan, perjalanan karirnya sebelum berada pada jajaran top manajemen seperti saat ini diawali sebagai bell boy,  sekitar tahun 1992. “Ketika saya muda, saya hanya ingin kerja di bidang hotel. Saya bukan berasal dari keluarga kaya.  Dulu, sering ngarit di sawah. Tapi saya punya prinsip when we’re dreaming something and we believe on it, it will be come true,”  papar pria asal Pacitan tersebut.

Berita Terkait

Berita Lainnya :