UMKM 418 Ribu, Pendapatan Rp 41 Triliun

 
MALANG – Kondisi iklim Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Malang, saat ini menunjukkan tren positif. Buktinya, jumlah UMKM di wilayah ini tercatat tembus pada angka 418 ribu dan diklaim tertinggi se Jawa Timur. Dari total jumlah UMKM sebesar itu, tercatat meraup pendapatan yang fantastis sebesar Rp 41 T tiap tahunnya.
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengatakan, UMKM di wilayah terluas nomor dua se Jawa Timur setelah Banyuwangi ini berkembang dengan baik. “Meski UMKM di Kabupaten Malang berkembang dengan baik, kami masih perlu belajar. Terutama belajar dalam hal konsistensi membuat produk unik dan kreratif yang menarik perhatian konsumen,” ujarnya.
Dia menjelaskan, banyak masyarakat Kabupaten Malang mampu mendapatkan tambahan keuangan dengan menambah nilai tertentu dan olahan tertentu pada produk karyanya, kemudian dijual ke pasar. Mereka jual bahan-bahan produksi dengan olahan lain sehingga memilki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, juga membuat aneka kerajinan dari bahan daur ulang.
“Tentunya pemerintah tidak tinggal diam, bentuknya dengan melakukan pembinaan kepada UMKM terutama usaha mikro supaya berkembang dengan baik,” kata Ketua DPW NasDem Jawa Timur ini.
Menurutnya, sebagian pelaku UMKM tersebut sudah mampu mandiri mengakses pasar,  baik lokal, nasional hingga ke mancanegara. Bentuknya, promosi itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital yakni lewat dunia maya. Bahkan lewat pemanfaatan teknologi, banyak produk UMKM di Kabupaten Malang yang berhasil dipasarkan ke Asia Pasifik hingga Afrika.
“Pada zaman sekarang yang modern ini, harus memanfaatkan teknologi. Apalagi promosi melalui internet maupun media sosial itu gratis dan bisa diakses ke seluruh penjuru dunia,” tegasnya.
Dia mengatakan, hal ini merupakan bukti bahwa UMKM memberikan dampak yang positif bagi ekonomi kerakyatan. 
Dia berharap pada masa yang akan datang, ada pendampingan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas usaha kecil.
“Yang menjadi fokus kami sekarang adalah pemberian pembinaan serta pendampingan kepada usaha mikro atau kecil. Keberadaan mereka ini harus diperhatikan dan dilakukan pembinaan hingga nantinya benar-benar usahanya bisa berkembang mandiri,” pungkasnya. (big/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :