Terus Dorong Ekonomi Kreatif Go Online, Go Digital, Go Modern


 
MALANG - Sektor bisnis di Malang semakin bergairah dengan kehadiran para pelaku ekonomi kreatif. Di tahun 2017, mereka kompetisi semakin ketat karena mereka tidak hanya bersaing dengan sesama produk lokal, tetapi juga internasional, mengingat saat ini pemerintah tengah gencar mengampanyekan gerakan UMKM Go Online Road to One Million.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Tri Widyani mengatakan sebesar 30 persen pendapatan di Kota Malang, didapat dari bidang industri perdagangan yang juga menaungi ekonomi kreatif.
“Oleh karena itu, pemerintah Kota Malang juga mendukung gerakan UMKM Go Online Road to One Million. Mengingat, Kota Malang adalah kota pariwisata dan produk UMKM-nya harus terus berkembang,” papar dia.
Wanita yang akrab disapa Yani tersebut juga menjelaskan terkait tiga masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Di antaranya, masalah proses produksi, biaya hingga cara memasarkan.
“Saya berharap dengan program ini bisa membantu masalah tersebut. Jika ekonomi kerakyatan meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” pungkas dia. 
Ketua Umum Malang Creative Fusion (MCF), Vicky Arif, menerangkan ekonomi kreatif Kota Malang semakin berkembang mengingat tahun lalu, kota dingin ini menjadi tuan rumah dalam ajang Indonesia Creative City Conference (ICCC).
“Ketika itu, respon masyarakat Kota Malang sangat luar biasa. Hanya Kota Malang yang para pelaku UMKM-nya bisa bersinergi kepada stakeholder,” ujar dia. 
Dengan melihat adanya kolaborasi dan sinergitas, Rumah Kreatif BUMN akhirnya mengumpulkan kreator, pelaku UMKM hingga start up sehingga mereka bisa membangun sinergi.
“Nantinya, tempat ini kami buat basecamp, setiap dua minggu sekali, akan ada kegiatan rutin yang berupa pelatihan dan diberikan kepada para pelaku usaha. Sudah ada 100 kegiatan yang kami siapkan,” terang dia.
Dalam hal ini, ia berharap pelatihan tersebut bisa berkelanjutan sehingga menimbulkan efek pada masyarakat luas. “Semoga kerjasama ini terus langgeng. Saya berharap Kota Malang masuk dalam salah satu kota paling kreatif di dunia. Go Online, Go Digital and Go Modern!” tegas dia.
Menurut pantauan Bank Indonesia, Kota Malang yang menjadi salah satu jujugan wisata juga mulai mengembangkan bisnis berbasis teknologi. Ada tiga sektor bisnis online, yaitu untuk kebutuhan financial, payment hingga credit.
“Kalau usaha di Kota Malang, cenderung ke perdagangan eceran yang lebih mengarah ke retail. Retail disini difokuskan untuk usaha jajanan atau kuliner,” terang Kantor Perwakilan BI Malang, Rendi Janesa ketika ditemui Malang Post.
Selain bisnis kuliner, bisnis transportasi seperti Gojek, Grab dan Uber juga masih banyak diburu. Menurutnya, masyarakat tidak perlu repot jika hendak bepergian sekaligus memesan makanan jika sedang tidak ingin keluar rumah.
“Dengan adanya jasa tersebut semua jadi lebih mudah. Apalagi, Kota Malang banyak ditinggali oleh pendatang dari kota-kota besar yang terbiasa menggunakan jasa serupa,” papar dia.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi meningkat dan diikuti juga oleh jumlah konsumsi. Hal tersebut juga merupakan dampak dari peningkatan jumlah penduduk hingga petumbuhan penduduk.
“Saat ini, Kota Malang dipadati dengan masyarakat yang heterogen. Sumber Daya Manusianya juga kreatif, tidak pernah berhenti berkreasi untuk menunjang ekonomi kerakyatan juga,” lanjut dia.
Rendi menambahkan, untuk pengusaha yang membuka gerai secara offline atau konvensional, tidak perlu terlalu khawatir. Menurutnya, jumlah produksi tidak ada yang berubah. Hanya saja, sistem distribusi sedikit diubah.
“Mungkin, sistem distribusi saja yang harus diubah. Selama bisnis tersebut masih tergolong basic need, sandang, pangan dan papan tidak akan pernah mati,” pungkas dia.
Sementara itu, Vice President Blanja.com, Fikri, saat berkunjung ke Kota Malang mengatakan pihaknya memiliki target sebanyak satu juta UMKM yang berekspansi ke online untuk mendukung gerakan yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.
“Sejauh ini, sudah ada sekitar 300 UMKM dari Kota Malang yang terdaftar dan kami berikan edukasi menuju pasar digital,” terang dia.
Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan Kementrian Informasi, Kementrian Perdagangan dan berbagai pihak lain. Blanja.com merupakan satu-satunya e-commerce yang terbentuk di bawah naungan Telkom Indonesia.
“Oleh karena itu, sebanyak 118 BUMN yang menggandeng UMKM, secara otomatis menjadi member kami. Selain itu, ada sebanyak 514 Rumah Kreatif BUMN yang juga sudah menjadi member. Bank Imbara juga sudah bergabung,” jelas dia. 
Pihaknya merangkul para pelaku UMKM untuk kami berikan edukasi bagaimana caranya membentuk packaging yang menarik dan juga bagaimana cara memasarkan. Supaya, UMKM yang sudah ada tidak berhenti begitu saja dan bisa terus berjalan.
“Oleh karena itu, kami juga memberikan edukasi bagaimana cara menghasilkan uang melalui dunia digital. Internet tidak hanya digunakan untuk sekedar pamer selfie saja, tapi juga menghasilkan,” tukas dia. (tea/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :