Bersyukur, Ciri Orang Beriman


MALANG - Mubaligh Kota Malang, Ustadz Sony Fauzy, M.Ag  menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Pesantren Ramadan SMKN 3 Malang, yang digelar di Masjid Jami’ Kota Malang. Pada acara yang dilaksanakan Rabu (15/4) kemairn, Sony menjelaskan, bahwa salah satu ciri orang beriman adalah pandai bersyukur.
Dengan bersyukur seorang beriman menjadi semakin dekat kepada Allah. Sebab segala karunia disadarinya sebagai anugerah dari Allah Sang Pencipta. “Sehingga kehidupan orang yang beriman selalu tentram karena di hatinya dipenuhi dengan syukur,” katanya di hadapan 800 siswa.
Ia melanjutkan, sikap syukur sendiri merupakan akhlak mulia yang menghiasi diri seorang mukmin. Sikap syukur berdampak pada perilaku seseorang. “Tidak ada iri, tidak ada dengki dalam hati orang beriman. Perbuatannya selalu membawa berkah bagi dirinya maupun orang lain,” kata dia.
Oleh karena itu, Ustadz Sony menghimbau agar siswa-siswi SMKN 3 Malang, melalui ibadah Ramadan melatih diri untuk pandai bersyukur dalam setiap keadaan. Perasaan lapang dan sempitnya hati seseorang bergantung syukurnya kepada Allah. “Teruslah berbuat kebajikan sehingga Allah tersenyum kepadamu,” imbuhnya.
Menurut Sony menumbuhkan akhlak yang baik perlu proses. Butuh belajar yang tekun tentang akhlakul karimah. Dan lebih dari itu juga perlu pembiasaan untuk selalu berbuat kebaikan.
Sebab akhlak itu sendiri, kata dia, merupakan adab yang sudah menyatu dan terinternalisasi dalam diri. “Secara reflek kebajikan dengan otomatis akan diperbuat tanpa diperintah,” terangnya.
Ia memberi contoh, seseorang yang berakhlak jika melihat orang lain yang membutuhkan akan langsung terpanggil untuk membantu. Tanpa menunggu diminta atau disuruh. “Kalau perbuatan baik dilakukan setelah disuruh maka itu namanya adab. Tapi kalau dilakukan secara spontanitas, itu akhlak,” jelasnya.
Kordinator acara SMKN 3 Malang, Dra. Istianah, MA mengatakan, Pesantren Ramadan digelar bertujuan untuk penguatan materi agama Islam. Terutama materi puasa yang diharapkan bisa dipahami dengan lebih baik oleh siswa. “Sehingga puasa yang anak-anak jalankan di bulan Ramadan memberikan pengaruh terhadap pembentukan akhlak mereka,” imbuhnya.
Secara umum, Pesantren Ramadan digelar untuk memberikan pengalaman ruhani pada anak didik. Oleh karena itu, kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan di masjid. “Kegiatan ini juga sebagai upaya pemantapan ruhani agar anak-anak mempunyai daya tahan yang kuat terhadap pengaruh negatif,” terang guru Agama Islam ini.(imm/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :