Yhoga Doddy Koesnoor Sabhara, Bangun Komunitas Berbagai Cabang Esports | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Yhoga Doddy Koesnoor Sabhara, Bangun Komunitas Berbagai Cabang Esports

Sabtu, 18 Jan 2020,

MALANG – Rasa cinta terhadap dunia game memicu Yhoga Doddy Koesnoor Sabhara, 34 tahun, untuk membangun komunitas esport berisi para player dari berbagai jenis game. Tahun 2018 lalu, dia membangun Malang Indo Gaming (MIG) Esports yang kini memiliki member komunitas hingga 450 player.
Yhoga yang alumnus jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang tersebut mengungkapkan, dia melihat kemajuan dunia esports di Jakarta, berbanding terbalik dengan Malang. “Tahun 2018, setelah rantau ke Jakarta, saya pulang ke Malang. Di Jakarta, dunia esport berkembang cepat, tapi di Malang masih belum terkelola dengan baik,” ujar Yhoga kepada Malang Post.
Karena pria yang juga head of marcomm dari perusahaan properti di Malang ini menggemari game, muncul ide membentuk MIG Esports pada tahun 2018. Awalnya, hanya ada satu jenis game yang tergabung dalam komunitas MIG Esports, yaitu, Mobile Legend Bang Bang. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah player dalam komunitas ini makin berkembang.
Player dari berbagai game pun ikut bergabung dalam komunitas tersebut.
“Kami sekarang berjumlah sekitar 600 member, dengan total 9 tim dari berbagai jenis cabang esports, yaitu, Mobile Legend, Free Fire, PUBG, game fighting seperti Tekken, sampai game sepakbola seperti PES,” jelas pria yang berdomisili di Dinoyo tersebut.
Setiap seminggu sekali, komunitas MIG Esports kadang berkumpul, lewat pengumuman discord dan grup WA. Tapi, mabar atau main bareng dilakukan hampir setiap hari untuk mengasah skill serta pengalaman tanding para player yang tergabung di MIG Esports. Berbagai turnamen mulai digelar oleh MIG Esports.
“Saat kami bikin turnamen, yang ikut bukan cuma gamer lokal saja. Tim-tim besar dari Jakarta juga ikut turnamen kami. Seperti RRQ, Evos sampai Power Danger,” sambung Yhoga. Bapak dua anak tersebut melanjutkan, para player yang bergabung dengan MIG Esports, terus mengasah skill untuk mencatatkan prestasi.
Terbukti, pada tahun 2019, dua player MIG Esports, tergabung dengan SMK 1 Muhammadiyah Kepanjen, menjadi juara nasional Youth National Esports Championship (YNEC) Free Fire. Menurut Yhoga, dunia esports Malang Raya, masih sangat berpotensi untuk meroket di tingkat nasional bahkan internasional.
Iklim serta peminat esports di Malang tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja, dukungan, fasilitas dan kesempatan untuk berprestasi, tidak bisa hanya bergantung pada player maupun komunitas saja. Dengan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap pertumbuhan esports, Yhoga berharap pemerintah di Malang Raya, bisa mulai mewadahi para player.
“Harapan saya, Malang menjadi jujugan serta barometer esports Indonesia. Karena, saat ada turnamen di Malang, tim-tim yang datang adalah tim besar dari Jakarta. Ini kesempatan besar, tapi perlu ada dukungan dan dorongan dari pemerintah Malang Raya, supaya esports maju,” tutup alumnus SMAN 1 Tumpang itu.(fin/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...