Wiebie Dwi Andriyas Kembalikan Formulir, Siap Menunggu Proses Politik di PDIP

Rabu, 16 Oktober 2019

Sabtu, 14 Sep 2019, dibaca : 426 , udi, fino

MALANG – Setelah mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan ke PDIP Kabupaten Malang, H Wiebie Dwi Andriyas, sudah bertekad menuju N1 Kabupaten Malang. Hal ini ditegaskan Wiebie, paskamenyerahkan formulir pendaftaran, lengkap dengan berkas yang dibutuhkan panitia. “Saya sudah bulat berjuang lewat PDIP,” kata Wiebie kepada Malang Post, Sabtu (14/9).
Menurut pria yang dikenal sebagai pengusaha NZR Group ini, pengembalian formulir ke tim penjaringan, juga menjadi tanda bahwa dia akan berproses bersama tujuh calon lain, serta beberapa nama yang sudah mengembalikan formulir terlebih dahulu.
Misalnya saja, Didik Budi Muljono, Sekda Kabupaten Malang, Hasan Abadi, Rektor Universitas Raden Rahmat (UNIRA), Hendik Arso seorang kades dan kader internal PDIP, Juma’ali Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Diki Sulaiman Ketua Kadin Kota Malang dan dr Umar Usman, Ketua PCNU Kabupaten Malang dan Direktur RSUD Kota Malang.
Potensi proses politik PDIP masih sangat panjang. Pendaftaran dari DPD PDIP Jatim masih belum tutup, begitu juga pendaftaran di DPP PDIP. Namun, Wiebie menegaskan, pihaknya mendorong agar putra daerah diberi kesempatan untuk berkiprah di kampung halamannya sendiri. “Semua nanti kan kembali kepada DPP untuk rekomendasi. Tapi, saya secara pribadi, mendorong agar putra daerah yang berjuang di Malang,” ujar Wiebie.
Pria yang juga pengusaha rokok tersebut, mengembalikan berkas beserta formulir pendaftaran, pada Sabtu, 14 September 2019, pukul 11.00 WIB. Berkasnya diterima Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.
Selama menanti proses politik di lingkungan internal PDIP, Wiebie mengaku terus berkonsolidasi dengan para simpatisannya. “Saya terus komunikasi dengan teman-teman, mulai dari organisasi, para pejuang olahraga, serta sowan ke pondok pesantren di Bulupitu, masih akan terus membangun komunikasi-komunikasi lagi,” tutup Wiebie. (fin/udi)



Selasa, 15 Okt 2019

PAN Pilih Diluar Kabinet

Loading...