Urgensi Guru Profesional dan Guru Berkarakter

Jumat, 18 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 11613 , mp, tamu

Akhir-akhir ini pemberitaan tentang guru menjadi sesuatu yang sangat fenomenal. Guru menjadi “buah bibir” yang cukup menyedot banyak perhatian publik. Banyak sisi menarik yang dapat kita sorot mengenai pemberitaan guru. Mulai dari kegiatannya dalam pembelajaran, tanggung jawabnya tentang kemerosotan moral/karakter peserta didik, sertifikasi dan yang akhir-akhir ini yang marak diperbincangkan adalah sistem rotasi guru.
Guru adalah salah satu di antara faktor pendidikan yang memiliki peranan yang paling strategis, sebab gurulah sebetulnya yang paling menentukan di dalam terjadinya proses belajar mengajar. Peran guru sangat vital bagi pembentukan kepribadian, cita-cita, dan visi misi yang menjadi impian hidup anak didiknya di masa depan.
Di balik kesuksesan murid, selalu ada guru profesional dan berkarakter yang memberikan inspirasi dan motivasi besar pada dirinya sebagai sumber stamina dan energi untuk selalu belajar dan bergerak mengejar ketertinggalan, menggapai kemajuan, menorehkan prestasi spektakuler dalam mencapai kemajuan suatu bangsa.
Sebagai seorang guru, saya miris melihat fenomena yang menghempaskan dunia pendidikan saat ini, yakni rendahnya moral anak dan segudang problematika dunia pendidikan yang telah menjadi peringatan besar bagi kita akan menurunnya karakter luhur yang dulu erat tertanam dan menjadi kepribadian. Adanya fenomena-fenomena  seperti meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk dan adanya saling curiga dan kebencian diantara sesama. Hal ini merupakan bukti masih perlunya perbaikan karakter (akhlak) generasi penerus bangsa, dan tentu saja ini menjadi tugas utama pendidik (guru) untuk memperbaikinya.
Pepatah mengatakan “Bila ingin melihat kualitas suatu bangsa maka lihatlah kualitas gurunya” karena guru yang berkualitas tak hanya menyandang status prefesional tetapi harus memiliki karakter yang baik, yang mana perilakunya dapat ditiru peserta didik.
Melihat berbagai fenomena di atas, “Apakah profesionalisme guru adalah satu-satunya yang dapat  dijadikan indikator keberhasilan prestasi belajar siswa?” Jawabannya tentu tidak, karena profesionalisme saja tidak cukup dimiliki oleh seorang guru untuk menghasilkan siswa yang berprestasi saja. Yang dibentuk dalam pendidikan itu adalah individu yang nantinya menjadi bagian dari masyarakat.
Peserta didik yang sekarang ini menjalani proses pendidikan, nantinya 15-30 tahun mendatang akan menjadi pemimpin negeri ini. Jika output yang dihasilkan adalah orang-orang yang tidak memiliki mental pemimpin dan negarawan serta tidak memiliki kepribadian yang baik, maka nasib bangsa ini ke depan akan terancam.
Guru adalah sebuah pionir teladan yang hidup. Maknanya, guru disamping mengajarkan ilmu, juga perlu memberikan teladan dan karakter yang baik kepada para peserta didiknya. Dalam proses pembelajaran di sekolah peranan guru sangat penting fungsinya sebagaimana orang tua yang mampu memahami, mengayomi dan memberikan perasaan aman kepada peserta didik. Lembaga pendidikan yang sukses adalah lembaga pendidikan yang tidak hanya mampu membawa peserta didiknya meraih prestasi namun juga seluruh guru dan karyawan turut berprestasi.
Dari sini lah urgensi menuntut melahirkan guru-guru yang berkualitas, yakni guru profesional dan berkarakter, karena pendidikan tidak akan berhasil kalau orang-orang yang diamanatkan untuk mendidik bukanlah yang profesional dan berkarakter. Guru profesional dan berkarakter tentunya menjadi dasar kesuksesan sebuah lembaga pendidikan juga peserta didik. Pentingnya penguatan pendidikan karakter mampu membangun generasi emas 2045 dengan kecakapan abad 21 dan berbagai trik, kompetensi serta strategi. Tercapainya kepuasaan orang tua atas keberhasilan dan kesuksesan anak mereka serta rasa nyaman peserta didik selama menempuh pendidikan full day di sekolah menunjukkan bahwa sekolah memiliki best service yang luar biasa terutama dari segi pendidikan karakternya.
SD Islam Sabilillah Malang merupakan salah satu sekolah swasta di Kota Malang dengan sistem full day school yang sudah menerapkan konsep pendidikan karakter sejak tahun 2006. Bersamaan dengan itu pula SD Islam Sabilillah Malang juga mewujudkan guru profesional dan berkarakter. Guru profesional itu harus memiliki tiga ciri utama yaitu skill, knowledge dan attitude. Ciri-ciri tersebut mampu mengembangkan kompetensi peserta didik, diantaranya ada komunikasi, berpikir kritis, kreativitas dan kolaborasi
Tak hanya profesional, attitude dan karakter seorang guru juga harus tertanam. Karakter seorang guru sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat besar dalam diri anak untuk menjadi aktor perubahan peradaban dunia. Guru berkarakter bukanlah sekadar mengajarkan kepribadian. Sebab, kepribadian tidaklah sama dengan karakter. Strategi pendidikan karakter yang paling sederhana adalah melalui figur.  Guru berkarakter adalah guru yang mampu menjadi uswah bagi para muridnya.
Guru profesional dan berkarakter tidak sekadar mengutamakan  mengajarkan pengetahuan umum saja, tetapi juga memadukan dengan pendidikan agama dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan, intervensi, pembiasaan yang konsisten, dan penguatan. Lewat pembelajaran agama, dan karakter yang baik dari sang guru, akhlak anak dapat dibangun.
Membangun karakter atau akhlak anak merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai akhlaq/perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan sekitar, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Jika kita ingin agar program pendidikan karakter (kepribadian, akhlak mulia) berjalan dengan baik dan efektif maka dibutuhkan guru-guru kreatif, profesional dan berkarakter. Ketika guru memberikan pengaruh positif dengan memberikan contoh perilaku yang baik dalam perkataan, perbuatan, maka energi positif  itu akan sampai dengan baik kepada anak. Anak akan membutuhkan figur yang pantas untuk digugu dan ditiru baik itu dari orang tua, guru, maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Mari kita menjadi guru profesional dan berkarakter untuk membenahi karakter anak bangsa melalui pendidikan, kita persiapkan generasi muda kita dengan pendidikan karakter yang membawa peserta didi menjadik generasi cerdas dan berakhlak mulia. (*)

* Imroatul Mufidah, S. Pd.
Guru SD Islam Sabilillah Malang



Rabu, 16 Okt 2019

Polemik Batas Usia Nikah

Senin, 14 Okt 2019

Orkestrasi Buzzer

Loading...