MalangPost - Tepergok Warga, Pencuri Rumahan Kabur

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Tepergok Warga, Pencuri Rumahan Kabur

Minggu, 19 Apr 2020, Dibaca : 2187 Kali

MALANG – Warga Jalan Danau Tempe Sawojajar Kota Malang berhasil menggagalkan pencurian, Sabtu (18/4) malam. Pelaku yang sudah memanjat atap rumah, Ana,50 tahun,warga Jalan Danau Tempe II  langsung kabur setelah ketahuan warga. Pelakupun kabur tanpa membawa barang berharga satupun dari rumah korban.  


Saksi mata, Ahmad Syuaiban, 38 tahun mengatakan, pelaku nekat memasuki rumah korban, melalui atap. Pelaku memanfaatkan keadaan rumah ketika sedang sepi.
"Kejadiannya sekitar pukul 20.00. Saat itu pemilik rumah hendak masuk. Namun, ia mendengar suara gaduh di atap belakang. Dikira suara kucing," terang dia.


Namun, kata dia, suara gaduh tersebut tak kunjung berhenti. Makin lama, suara justru makin kencang seperti suara orang berlari. "Saat itu, anak pemilik rumah (Rijal) langsung ke rumah saya. Dengan membawa senter, saya naik ke atap rumah membantu mencari asal suara tersebut," lanjut dia.
Ketika dicek, sepintas ia melihat orang menggunakan kaos berwarna putih berlarian di atap rumah warga. Mengetahui hal tersebut, ia langsung memberitahu warga lainnya untuk turut mengejar.
"Saya minta semua warga untuk ikut mencari pelaku. Ternyata, hingga pukul 06.00 hari ini, keberadaan pelaku tidak ketemu. Kemungkinan, pelaku sudah duluan kabur melarikan diri dari kejaran warga," lanjut dia.


Ia mendunga, pelaku lebih dari dua orang. Sebab, sebelumnya, ia sempat melihat orang asing berusaha kabur menggunakan motor. Dia juga melihat di Jalan Danau Tempe, tiga pengendara motor langsung kabur.
Namun, ia tidak sempat melihat nopol dari ketiga pengendara motor itu.
"Saya tidak sempat lihat nopolnya karena langsung kabur ngebut. Tetapi saya mengingat salah satu motor dari tiga pengendara itu yaitu Honda Supra X," jelas dia.


Sebelum peristiwa itu, ia sempat menemukan gelagat aneh dari orang asing yang sempat singgah di area rumahnya itu. "Jadi tiga hari sebelum kejadian, rumah saya dan rumah tetangga saya ini sempat didatangi pedagang susu keliling. Namun saya curiga karena pedagang susu itu berjualan pada jam 23.00, dimana waktunya orang beristirahat," papar dia.
Tak berselang lama setelah itu, keesokan harinya kembali lagi kejadian aneh terjadi. Wilayah tersebut, didatangi beberapa orang yang mengamen.
"Anehnya, beberapa orang yang mengamen itu sempat memperhatikan cukup lama rumah tetangga saya itu," imbuh dia.


Atas kejadian tersebut, warga sekitar langsung memperketat penjagaan. Dengan melakukan ronda siskamling dan menerapkan metode jalur keluar masuk hanya melalui satu jalur saja (one gate system). "Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali lagi disini," pungkas dia. (tea/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Amanda Egatya