MalangPost - Tegang dengan China, India Minta Rusia Kirim Rudal S-400

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tegang dengan China, India Minta Rusia Kirim Rudal S-400

Jumat, 26 Jun 2020, Dibaca : 3609 Kali

INDIA - Pemerintah India dilaporkan mendorong Rusia mempercepat proses pengiriman sistem rudal S-400 dan sejumlah jet tempur yang dibeli New Delhi. Permintaan ini muncul ketika India tengah bersitegang dengan China di perbatasan.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dikabarkan pergi ke Moskow untuk menemui Menhan Rusia Jenderal Sergey Shoygu dan sejumlah pejabat tinggi Rusia untuk mendiskusikan peluang percepatan penjualan alutsista tersebut pada Selasa pekan ini.

 

Singh berencana meminta Rusia mempercepat pengiriman sistem rudal anti-pesawat S-400 yang seharusnya berlangsung pada Desember 2021. India juga dilaporkan berencana membeli 33 jet tempur Sukhoi SU-30Mki dan MiG-29 dari Rusia di bawah klausul perjanjian darurat.

"Semua proposal pembelian kami telah direspons dengan psoitif oleh Rusia. Saya sepenuhnya puas dengan diskusi saya (dengan Shoygu)," ucap Singh usai bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov di sela-sela peringatan Victory Day di Moskwo menurut Kantor berita Sputnik.

 

Singh mengklaim Rusia telah meyakinkannya bahwa kontrak pembelian ini sedang berlangsung dan "tidak hanya dilanjutkan, tapi dalam beberapa kasus akan dipercepat dalam waktu yang lebih singkat."

Dikutip The South China Morning Post, India membeli sistem rudal S-400 dari Rusia seharga lebih dari US$5 miliar pada 2018. Alutsista itu jelas akan meningkatkan kapabilitas pertahanan udara India yang selama ini masih didominasi pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia.

 

Di saat bersamaan, Menteri Luar Negeri India bertemu dengan Menlu China untuk pertama kalinya sejak bentrokan militer kedua negara terjadi di perbatasan dekat Himalaya, tepatnya Lembah Galwan. Bentrokan antara militer China-India itu menewaskan personel dari kedua belah pihak.Pertemuan Menlu India-China itu menyepakati bahwa kedua negara berniat meredam ketegangan di perbatasan. (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : cnn