Tangis Bahagia Sang Bunda | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 18 Nov 2019, dibaca : 351 , rosida, Gevzi

Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Malang membuat Ariel Saf’na Indira menjadi semakin mencintai tanah airnya, baik dengan semangat mengibarkan bendera maupun dengan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pencapaiannya menjadi salah satu pengibar bendera pusaka di Stadion Gajayana Malang merupakan sebuah bentuk tanggung jawab yang amat besar, baginya mengemban tugas negara tersebut adalah sebuah bentuk abdinya terhadap Indonesia.
“Saya mendapat banyak banget pelajaran baru, tentang disiplin, tanggungjawab, kepedulian, dan yang paling penting itu kemandirian. Karena agenda sekolah saya terpotong dengan latihan maka saya harus mengejar keterlambatan saya dalam belajar materi di kelas. Dan Alhamdulillah saya semakin ahli dalam membagi waktu sehingga segala kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” terang anggota PASKIBRAKA 2019 yang akrab disapa Indi itu.
Dalam rangkaian kegiatannya di PASKIBRAKA 2019, Indi juga merasakan tahap karantia dimana dia dan anggota PASKIBRAKA 2019 lainnya mendapat pelatihan penuh selama mendekati tanggal 17 Agustus 2019. Tapi, guys, tau nggak sih kalian kalau tahap karantina tidak hanya Indi yang merasa susah, tetapi orang tua Indi juga begitu merindukannya.
“Jujur saat pengibaran, Bunda saya menangis karena saat karantina kami sama sekali tidak berkomunikasi dan bertemu dengan orang tua. Sehingga, ketika pengibaran di Stadion Gajayana Bunda liat dari tribun sambil menangis. Saya juga ketika lihat Bunda pingin nangis, tapi masih harus menyelesaikan tugas pengibaran sehingga cuma bisa senyum ke Bunda,” terang Indi. (*/oci)



Selasa, 03 Des 2019

Mari Saling Menguatkan

Minggu, 01 Des 2019

Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Minggu, 01 Des 2019

Mengelola stres ketika UAS

Loading...