MalangPost - Tak Mudik ke Kampung Halaman, Isi Waktu dengan Dua Riset

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Tak Mudik ke Kampung Halaman, Isi Waktu dengan Dua Riset

Rabu, 27 Mei 2020, Dibaca : 3645 Kali

LEBARAN tanpa mudik justru jadi waktu bermanfaat bagi Dr. Nour Athiroh AS, S.Si, M.Kes. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Unisma ini justru mengisi waktu libur Idul Fitri dengan melakukan riset.


   Baca juga : Seharian Bareng Keluarga, Pengalaman Pertama, Bahan Khotbah Dicatat

 

Pandemi Covid-19 telah merubah banyak hal, termasuk tradisi mudik. Tidak mudah bagi orang yang terbiasa pulang kampung tapi harus taat peraturan tidak mudik. Sebab bagi mereka mudik tidak sakedar pulang kampung melainkan ada berbagai kegiatan sakral yang dilaksanakan bersama keluarga.


Tetapi bagi Dr. Nour Athiroh AS, S.Si, M.Kes, ketentuan dan anjuran pemerintah untuk tidak mudik ke kampung halaman bukan sebuah masalah. Sebab dosen Unisma ini paham,  kebijakan tersebut mempunyai tujuan yang lebih baik untuk kemaslahatan yang lebih besar. “Tahun ini saya berlebaran di Malang. Biasanya setiap tahun pulang ke kampung halaman,  kumpul bersama keluarga,” ujar dosen asal Kabupaten Sampang ini.


Meskipun setiap tahun mudik, anjuran pemerintah diterimanya dengan lapang dada. Baginya pulang kampung atau tidak sama saja. “Liburan saya tetap memikirkan tugas di kampus. Termasuk juga dosen-dosen yang lain, diminta untuk memikirkan dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum masa kerja aktif kembali,” kata dia.


Sebagai ganti tidak mudik, Athiroh sapaan akrabnya, silaturahim dengan keluarga melalui jaringan online. Walaupun tidak bersua bersama sanak saudara di Madura, ia berkomunikasi dengan sistem daring. Yakni menggunakan video call maupun telpon seluler biasa.
Menurutnya, meminta maaf atau saling memaafkan tidak harus menunggu momen lebaran. Tetapi kapan pun bisa dilakukan. “Inti lebaran itu kembali ke fitroh, setelah menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan seorang muslim yang meraih kemenangan dalam puasanya akan kembali suci. Indikasinya semakin banyak ibadah setelah Bulan Ramadan,” terangnya.


Saat Salat Id tetap dilaksanakannya bersama keluarga di Malang.  Walaupun dilaksanakan di masjid, Athiroh tetap memperhatikan aturan kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. “Saya di masjid tidak lama, usai salat langsung pulang untuk menghindari bersalam-salaman,” ungkapnya.  


Dengan tidak mudik, artinya banyak waktu luang. Untuk mengisi waktu kosong tersebut Athiroh banyak memanfaatkannya untuk mengerjakan dua riset yang saat ini sedang digarap. Sebagai Ketua LPPM Unisma, Athiroh memang salah satu dosen yang produktif dalam melaksanakan penelitian. Sudah banyak penelitian yang dikerjakannya. “Tujuannya tidak lain memberikan motivasi kepada yang lain, sebagai ketua LPPM tentu saya harus memberikan contoh yang baik,” imbuhnya.


Dua riset yang saat ini sedang dikerjakannya yakni tentang kombinasi benalu mangga dan benalu teh sebagai anti hipertensi. Satu riset lainnya tentang mengekstraksi daun mimba.
Dua riset tersebut mendapat dana dari Ristek Dikti yang saat ini sedang dalam proses.
Dalam setiap penelitianya ia selalu melibatkan mahasiswa. Para mahasiswa yang akan dilibatkan dalam proyek penelitian diseleksi lebih dulu. Menurutnya ada beberapa keuntungan jika berkolaborasi dengan mahasiswa.
Manfaat bagi dirinya dapat meringankan tugas karena beberapa proses dan bagian penelitian dilakukan mahasiswa. Sementara untuk mahasiswa dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan. Mereka juga mendapat kesempatan join riset dengan dosen tanpa ada biaya sepeserpun.


Hanya saja kata Athiroh, saat ini beberapa laboratorium tempat ia melakukan obeservasi dan eksperimen sedang ditutup karena pandemi Covid-19. Sebagai ahli di bidang biomedik menggunakan laboratorium Fakultas Kedokteran di Universitas Brawijaya dan laboratorium Unisma.
Sedangkan komunikasi dan koordinasi untuk kegiatan risetnya itu tetap bisa dilakukan.“Selama ini kami koordinasi lewat aplikasi Zoom, atau video call agar proses tetap berjalan,” tuturnya. (imm/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Imam Wahyudi