MalangPost - Tak Bisa Dipisahkan dari Penonton

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Tak Bisa Dipisahkan dari Penonton

Selasa, 02 Jun 2020, Dibaca : 2967 Kali

MALANG - Striker Arema FC, Dedik Setiawan mengakui bahwa suporter adalah elemen tak terpisahkan dari sebuah pertandingan sepakbola yang indah. Laga sepakbola bukan hanya soal adu ketangkasan mengolah si kulit bundar, tapi juga hingar bingar atmosfer stadion yang dipenuhi penonton. Sehingga, bagi Dedik, laga sepakbola tanpa penonton itu laksana sayur tanpa garam, terasa aneh dan hambar. “Laga sepakbola tanpa adanya penonton itu kok rasanya aneh,” kata Dedik.


Dia tidak menampik bahwa suporter merupakan elemen penting dari sepakbola, terlepas suporter ini mendukung Arema atau tidak. Karena, suporter adalah roh dari keindahan sepakbola itu sendiri. Dalam laga sepakbola yang ideal, suporter sudah menjadi paket yang tidak bisa ditawar. Sehingga, pertandingan sepakbola tanpa penonton bukanlah tontonan yang sempurna dalam menyajikan olahraga hiburan sekaligus olahraga kompetitif.


Dedik memisalkan, Stadion Kanjuruhan sebagai kandang Arema, sudah terbiasa memperlihatkan gemuruh dan keriuhan puluhan ribu manusia. “Biasanya Kanjuruhan itu kan pasti ramai, penuh, kalau tiba-tiba harus main di Kanjuruhan tanpa penonton seperti ada yang kurang,” tandasnya.
Kendati demikian, Arema bukannya tidak pernah menjalankan laga tanpa penonton. Tahun 2018, Arema pernah menjalani laga kandang tanpa ada Aremania di tribun. Walaupun tim berlogo singa ini bisa memenangkan lima laga, Dedik merasa laga tanpa suporter terasa kurang hidup.


Jangan salah, meski Dedik merasa pertandingan harus selalu dengan penonton, dia tetap profesional, dan itu dibuktikan dengan kemenangan beruntun kandang yang terjadi 2018 lalu saat Arema kena sanksi PSSI.
”Kami sebagai pemain tetap fight dan profesional, tapi jelas berbeda bermain di stadion tanpa penonton,” tutupnya.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira