Tahu, Sederhana Banyak Manfaatnya | Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 927 , rosi, rosi

ISTIMEWA: Dr. K. Devi menjelaskan tentang potensi tahu yang merupakan pangan lokal Indonesia dengan potensi sebagai pangan fungsional.

MALANG- Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) menyambut Hari Pangan Dunia yang diperingati setiap 16 Oktober. Hadir pakar pangan dari Department of Food Science and Nutrition, Avinahsilingam Institute for Home Science and Higher Education for Women, Coimbatore, Tamil Nadu - India memberikan kuliah tamu tentang pengembangan pangan fungsional. 
“Pangan fungsional berguna untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.  Seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, kanker dan diabetes mellitus hingga berbagai penyakit kronis lain,” ungkap Assistant Professor Dr. K. Devi, Ph.D, dari Department of Food Science and Nutrition, Avinahsilingam Institute for Home Science and Higher Education for Women, Coimbatore, Tamil Nadu – India dirilis Humas FTP UB.
Penyakit kronis yang dimaksud, dijelaskannya, yang diakibatkan western based dietary habits. Dimana mulai menggeser pola konsumsi pangan tradisional. 
"Banyak orang menganggap remeh pangan tradisional seperti contohnya tahu ini. Padahal whey tahu memiliki banyak sekali khasiat seperti diantaranya membantu menurunkan kadar lemak, mengurangi nafsu makan yang sangat berguna bagi penderita obesitas, meningkatkan massa otot, melawan kanker, mengatasi stress, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 
“Makanya, meski terkesan sederhana dan tradisional, ternyata banyak juga kan manfaatnya," paparnya.
Kuliah internasional ini berkaitan dengan kemungkinan pendekatan pengolahan makanan dalam produksi peptida bioaktif dari tahu yang merupakan pangan fermentasi tradisional Indonesia. Melalui kuliah ini diharapkan dapat membuka pikiran kaum muda untuk mengeksplorasi pendekatan pemrosesan makanan fungsional dari makanan pokok dan makanan tradisional Indonesia. Sekaligus upaya untuk memperbaiki pengolahan makanan tradisional Indonesia kita yang sehat hingga kearah komersialisasi.
Sementara itu, Assistant Professor (SG) Dr. P.A. Raajeswari, yang juga berasal dari Department of Food Science and Nutrition, Avinahsilingam Institute for Home Science and Higher Education for Women, Coimbatore, Tamil Nadu - India ini memberikan kuliah tamu bertema Bio-Based Intelligent Edible Packaging Films with Nanoparticles. (oci)



Loading...