MalangPost - Soal Asmara Polres Pasuruan Ringkus 6 Pelaku Kekerasan

Senin, 10 Agustus 2020

  Mengikuti :

Soal Asmara Polres Pasuruan Ringkus 6 Pelaku Kekerasan

Jumat, 10 Jul 2020, Dibaca : 2976 Kali

PASURUAN - Enam pelaku berhasil diringkus Unit VI Jatanras Satreskrim Polres Pasuruan. Mereka bernama Dwi Kurniawan (19) warga Dusun Begagah, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan dan M Suparman (23), Kolek Budi Santoso (21), Iik Yogi Andri (42), Makhfud (40), M Abidin Suhadak (20) kelima pelaku tersebut merupakan warga Dusun Randupitu, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

 

Dalam Konferensi Pers, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, Awalnya korban diculik oleh 5 pelaku dan 1 sopir dengan menggunakan mobil sedan berwarna merah. Saat didalam mobil korban sempat menerima Bogem mentah dari ke Lima pelaku dan handphone milik korban sempat dirampas oleh salah satu pelaku.

"Korban kemudian dibawa ke pinggir jalan tol daerah randupitu dan korban dikroyok dengan menggunakan tangan kosong, Batu dan senjata tajam," jelas Rofiq. 

 

Aksi penculikan dan kekerasan terhadap anak dibawah umur ini dipicu oleh api asmara, awalnya korban bernama Geovani Adi Suryanto (17), warga Lingkungan Jogonalan, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan mempunyai pacar yaitu adik dari salah satu pelaku bernama Dwi Kurniawan (Red pelaku). Namun, keluarga pelaku tidak merestui berpacaran dengan Korban.

Setelah diputus oleh sang kekasih, korban merasa tidak terima dan setiap hari mengunjungi rumah kekasihnya dan menantang keluarga kekasihnya serta kakak kekasihnya tidak lain adalah pelaku penculikan juga di tantang.

"Akibat ancaman dan sering mendatangi rumah kekasihnya. Pelaku merasa jengkel dan mempunyai pikiran picik untuk menculik korban dan menghabisi korban," jelas Rofiq. 

 

Dari tangan ke enam pelaku petugas menyita barang bukti berupa 1 unit mobil sedan warna merah ber nopol N 1550 VY (sarana yang digunakan pelaku menculik korban), 1 buah senjata tajam jenis clurit, 4 batu yang digunakan memukul korban, 3 handphone.

"Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka robek pada kepala dibagian belakang, luka tusuk di punggung sebelah kanan, luka tusuk di dahi sebelah kanan dan lecet di bibir serta lutut bagian kanan," tambah Rofiq. 

 

Dari keenam pelaku mempunyai peran masing-masing mulai dari memukul, menculik dan membacok korban, "Pelaku (Dwi Kurniawan Red) sebagai penculik, M. Suparman dan Kolek Budi Santoso sebagai memukul bagian wajah korban, Iik Yofi Andri sebagai pembacok korban dibagian punggung, memukul dengan batu dan menginjak kaki korban, Mahfud sebagai meminjam mobil serta mengemudi, sedangkan M Abidin Suhadak sebagai memukul wajah korban dengan tangan kosong sebanyak 3 kali," tutur Rofiq.

Akibat kejadian tersebut ke enam pelaku dijerat dengan pasal 80 Ayat 2 atau Pasal 81 Ayat 2 dengan perlindungan anak ancaman hukuman pejara 5 tahun.(*/rul)

Editor : Redaksi
Penulis : Irul