Setelah Tiga Tahun Terbakar, Nasib Rehabilitasi Pasar Besar Tergantung Kajian ITS

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 318 , aim, sisca

MALANG - Rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang usai terbakar beberapa tahun lalu, ternyata masih menunggu rekomendasi dari Institut Teknologi Surabaya (ITS). Hal ini dilakukan agar Pemkot Malang mendapatkan kajian tepat soal kontruksi bangunan pasca terbakar 2016 lalu.
Hal ini dijelaskan Sekda Kota Malang Drs Wasto saat ditemui Malang Post. Ia menjabarkan rekomendasi langsung dimintakan kepada Dekan Fakultas Teknik ITS belum lama ini. Pemkot Malang saat ini dalam posisi menunggu kajian dan rekomendasi tersebut.
“Kami memang mau mencari rekomendasi dan kajian dari ahlinya. Karena kita harus tahu betul apa bisa dilanjutkan pembangunan karena juga berkaitan dengan kelanjutan kerjasama dengan manajemen Matahari,” papar Wasto.
Ia mengatakan, terhadap dua skenario yang memang diprediksi akan menentukan kelanjutan nasib revitalisasi sekaligus kelanjutan kerjasama dengan manajemen Matahari.
Pria yang gemar berolah raga lari ini mengutarakan, kajian dan rekomendasi hanya akan memuat dua skenario kesimpulan. Pertama bangunan bisa di rekondisikan atau diperbaiki kembali atau tidak bisa lagi diperbaiki pascaterbakar.
“Mereka ahlinya. Nanti kan pasti ada kajiannya, bisa diperbaiki dengan alasan apa dan bagaimana. Jika tidak bisa, alasannya apa,” papar Wasto.
Hasil ini akan kembali menjadi bahan rembugan dari Pemda dan manajemen department store Matahari. Yang nantinya akan berbuah pada kelanjutan kerjasama atau tidak. Menurut Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Matahari baru berakhir pada 2034 nanti. Wasto menegaskan Pemda Kota Malang masih menginginkan kerjasama tetap berlanjut.
“Karena pedagang juga masih ingin ada Matahari diatas. Karena mereka merasa yang belanja disana juga bakal beli di pasar dibawahnya. Begitu juga sebaliknya,” pungkas Wasto. (ica/aim)



Loading...