Setan Lampor Siap Meneror | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 29 Okt 2019, dibaca : 825 , rosida, Gevzi

Di penghujung Oktober ini, kalian yang hobi nonton siap-siap dibuat merinding dengan kehadiran Film Lampor. Kru Genzi berkesempatan langsung mengikuti premiere film ini di Malang, Sabtu, (26/10/19).
Agenda premiere dihadiri para pemain film ‘Lampor Keranda Terbang’ seperti Dion Wiyoko, Dian Sidik, Bimasena, dan Angelia Livie. Beberapa dari para talent menyempatkan bercerita tentang seluk beluk film Lampor Keranda Terbang. Film Lampor Keranda Terbang ini bukan sekadar horor biasa yang untuk menjadi hiburan semata, karena diangkat dari kisah nyata yang sering manghantui masyarakat provinsi Jawa tengah pada umumnya.
Film ini juga menceritakan keindahan tempat yang dijadikan untuk syuting. Hingga kemudian dimanifestasikan menjadi sebuah film yang dimainkan di layar bioskop tanah air. Sehingga akan terasa sangat dekat, dengan lingkungan para penonton yang menyaksikan film tersebut.
“Sosok Lampor sendiri berasal dari budaya lokal setempat, yang diceritakan langsung oleh sang director sendiri. Sang director juga termotivasi karena tertantang mengangkat hal-hal yang baru di daerah asalnya,” ujar Dion Wiyoko ketika konferensi pers berlangsung.

    Baca juga : QRIS, Satu QR Code untuk semua Pembayaran


Selain itu, film ini juga menggambarkan daerah sebagai penghasil tembakau yang melimpah dan menunjukkan keindahan alam lokasi yang berada diantara gunung Sindoro/Sumbing yang indah.
Dalam perjalanan syuting film, membutuhkan waktu sekitar dua bulan, serta dilaksanakan di dua daerah. Kedua kota tersebut ialah kota Temanggung dan kota Wonosobo. Menurut Dion Wiyoko, ketika menjalai proses syuting tidak mengalami kendala yang signifikan. Meskipun menceritakan tentang film horror, beruntung ia tidak mengalami hal mistis. Karena ia bersama para pemain dan crew berusaha selalu menjaga etika, ketika berada di tempat baru. Dengan memohon izin dengan kepala desa maupun masyarakat setempat sendiri.
Namun terdapat kendala pada pasangan duet Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti, karena pada awal melakukan syuting film, masih melekat karakter ketika memainkan film Cek Toko Sebelah yang pernah dibintangi sebelumnya. Akan tetapi kendala tersebut bisa diatasi, dengan seiring berjalannya waktu dan kemampuan mumpuni dari mereka berdua.
“Kami mencoba untuk membangun chemistry, dengan terus mengobrol dan mendalami peran melalui reading script. Serta mencoba untuk mengadegankan teks script yang telah dibaca. Untungnya juga ada acting coach juga sih hehe,” imbuhnya.
Eits ada yang serem nih guys. Kesulitan-kesulitan juga dialami oleh sang director, Guntur Soeharjanto. Karena kesulitan mengambil beberapa data ketika riset terhadap keluarga korban Lampor di dunia nyata. Kebanyakan narasumber yang terkait lebih memilih untuk bungkam.
“Kami juga mengalami kesulitan menggali data, karena pengalaman keluarga korban seolah-olah menjadi aib. Mayoritas dari mereka tidak berkenan membagi pengalaman kata mas Guntur,” tutupnya.
Sedikit spoiler ya guys. Film horor ini bercerita tentang kisah keluarga yang dihantui Lampor ketika pulang kampung di sebuah desa daerah Temanggung, Jawa Tengah. Lampor adalah hantu yang diyakini bisa mencabut nyawa manusia dengan membawa keranda terbang dengan waktu yang singkat. Sosoknya juga diceritakan sebagai punggawa laskar pencabut nyawa dari Nyi Roro Kidul. Lalu ada juga penyebab-penyebab, sosok Lampor akan menghantui masyarakat. (*/oci)



Selasa, 03 Des 2019

Mari Saling Menguatkan

Minggu, 01 Des 2019

Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Minggu, 01 Des 2019

Mengelola stres ketika UAS

Loading...