MalangPost - September, Inggris Rencana Buka Semua Sekolah

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

September, Inggris Rencana Buka Semua Sekolah

Senin, 15 Jun 2020, Dibaca : 4476 Kali

INGGRIS - Inggris berencana membuka semua sekolah pada September mendatang, hal itu disampaikan Sekretaris Pendidikan Gavin Williamson. Namun, dilansir dari Express, Williamson tidak dapat menjamin hal tersebut. Para kepala sekolah khawatir sistem pembelajaran akan terganggu oleh Covid-19.

Boris Johnson telah menyerukan langkah-langkah yang harus diambil untuk membantu anak-anak selama musim panas dan lebih jauh ke depan. Mewakili sebagian besar kepala sekolah menengah, Sekretaris Umum Asosiasi Kepala Sekolah Geoff Barton mengatakan tahun ajaran berikutnya siswa akan masuk sekolah secara bergiliran, pembelajaran di kelas dan di rumah setiap pekannya.

 

Sekolah di Inggris diizinkan melakukan proses belajar mengajar dengan kapasitas seperempat dari siswa kelas 10 dan 12 setiap hari. Beberapa survei menunjukkan satu dari lima sekolah kemungkinan tidak bisa langsung mengizinkan sekolah semua muridnya.

Barton mengatakan orangtua dapat diyakinkan dengan tingkat persiapan yang matang di sekolah dan memuji upaya pembukaan kembali sebagai langkah tepat menuju kenormalan baru.

Namun dia berharap pemerintah Inggris bisa berbuat lebih banyak untuk membuat siswa kembali ke sekolah sebelum akhir musim panas. "Di Wales, harapannya adalah setiap anak memiliki pengalaman di sekolah dan bertemu guru mereka sebelum musim panas. Bagi saya, tampaknya itu merupakan ambisi inklusif dan sangat baik: bahwa tidak masalah apa latar belakang atau angkatan tahun, Anda akan memiliki waktu di sekolah di mana guru Anda bisa menilai bagaimana Anda belajar," kata Barton seperti dikutip dari Guardian.

 

Akan tetapi Barton mengaku tidak melihat rencana pemerintah membuka kembali sekolah pada September akan berjalan lancar ketika banyak pembatasan virus corona masih berlaku.

"Yang kami katakan kepada anggota adalah mereka harus merencanakan dua skenario: pertama semua anak kembali, tapi juga merencanakan kemungkinan semua anak-anak tidak akan kembali (ke sekolah) - dan dengan asumsi jika memiliki setengah dari setiap angkatan dalam satu waktu, akan terlihat seperti apa?".

 

Sementara itu, beberapa sekolah yang kembali dibuka pada pekan ini mengatakan sedang sibuk mengatur aturan menjaga jarak. Para murid yang sebagian besar berusia 15 dan 17 tahun telah diberitahu untuk tidak berbagi tumpangan saat naik mobil dan memakai masker jika naik transportasi umum.

Beberapa sekolah secara eksplisit menyuruh siswa menghindari pertemuan setelah jam sekolah, terutama di pertokoan yang juga akan dibuka kembali pada Senin. Kepala Sekolah dari sekolah menengah Tanbridge House di Horsham Sussex, Jules White mengatakan sekolahnya siap untuk dibuka kembali tapi bimbingan pemerintah tidak banyak membantu. "Secara keseluruhan proses (pembukaan kembali) sembarangan dan tidak efisien. Pemerintah tidak memberikan kejelasan atau konsistensi (terkait) pendekatan yang diperlukan," kata White.

 

Pemerintah berharap pembukaan kembali sekolah menengah bisa berjalan lancar dibandingkan pembukaan sekolah dasar. Hampir setengah dari semua sekolah dasar dibuka pada pekan pertama bulan ini, sementara sebagian besar orangtua dan murid tinggal di rumah. Pemerintah mengakui, tidak semua kelas di sekolah dasar bisa kembali ke sekolah di akhir tahun.

 

Sebuah sumber dari Downing Street mengatakan sekolah dasar dengan berbagai tingkatan tahun ajaran akan segera diizinkan dibuka kembali jika mereka memiliki ruang dan jumlah staf memadai untuk menjaga anak-anak di kapasitas 15 orang atau kurang. Langkah ini kemungkinan tidak akan berhasil di banyak sekolah dasar negeri yang berkapasitas kecil, karena diperlukan penambahan jumlah ruang kelas. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net