MalangPost - Sempat Buron, Maling Motor Ditangkap

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Sempat Buron, Maling Motor Ditangkap

Selasa, 26 Mei 2020, Dibaca : 2139 Kali

MALANG – Polres Malang berhasil menangkap Muhammad Amirudin,  warga Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, akhir pekan lalu. Pria berusia 25 tahun ini, ditangkap karena kasus curanmor di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang yang terjadi pertengahan bulan Mei lalu. Sebelum diringkus, Amirudin sempat menjadi buronan.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya setelah sempat buron. Ketika kami amankan tersangka tanpa melakukan perlawanan,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

   Baca juga : Kepergok Hendak Mencuri, Pria 27 Tahun Babak Belur


Menurut Hendri, penangkapan Amirudin berdasarkan keterangan Fathur Rozi, 27 rekannya. Warga Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran ini sebelumnya nyaris tewas akibat digebuki warga setelah tertangkap mencuri motor. Beruntung polisi segera datang ke lokasi untuk menyelamatkannya dari amukan massa.


Fathur Rozi yang sempat menjalani perawatan di RS Wava Husada Kepanjen ini, mengaku kalau dia mencuri motor dengan Amirudin. Berdasar pengakuannya itulah, akhirnya polisi mencari keberadaan Amirudin hingga berhasil menangkapnya.
“Untuk tersangka Amirudin ini merupakan pemula. Dia masih belajar menjadi pelaku curanmor. Berbeda dengan Fathur Rozi yang merupakan pemain lama,” tutur Hendri.


Pada pertengahan bulan Mei, seorang pencuri menjadi bulan-bulanan warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang. Fathur Rozi tertangkap tangan warga mencuri motor milik warga sekitar yang diparkir di pinggir sawah. Motor dicuri saat pemiliknya sedang mencari rumput untuk pakan ternak.
Warga yang mendengar teriakan maling dari korban langsung mengepung. Hasilnya tersangka Fathur Rozi ditangkap warga lalu digebuki ramai-ramai hingga kondisinya sekarat. Sedangkan temannya Amirudin saat kejadian berhasil meloloskan diri.


Untuk menyelamatkan dari amukan massa, petugas Polres Malang dan Polsek Bululawang harus berusaha keras meredam emosi warga. Pasalnya amarah warga saat itu tidak terbendung dengan ulah curanmor.
“Kasusnya masih terus didalami dan dikembangkan apakah ada TKP lain. Untuk kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 7 tahun,” tegasnya.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira