MalangPost - Sebulan Polres Batu Ungkap Lima Kasus dengan Tujuh Tersangka

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Sebulan Polres Batu Ungkap Lima Kasus dengan Tujuh Tersangka

Sabtu, 18 Apr 2020, Dibaca : 2865 Kali

BATU – Polres Batu pamer tangkapan. Selama kurun waktu sebulan, berhasil mengungkap lima kasus pencurian dengan tujuh tersangka. Dua diantaranya adalah pasangan suami istri (Pasutri). Hasil ungkap kasus tersebut, Jumat (17/4) dibeber Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama.
“Semua kasus tersebut berhasil kami ungkap berkat kerja keras anggota di lapangan. Salah satu kasus pencurian yang kami ungkap melibatkan pasangan suami istri,” ungkap Harviadhi Agung.


Pasutri tersebut berinisial RY dan AP warga Kecamatan Pakisaji. Dia bersama dengan dua pelaku lainnya berinisial IS dan W, mencuri HP di sebuah kedai di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kejadiannya pada bulan Maret 2020 lalu.
Alasan RY dan AP mencuri HP lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Mereka memilik dua anak yang masih kecil.

“Kami terdesak kebutuhan ekonomi keluarga. Sewaktu mencuri HP seperti gelap mata,” ucap keduanya yang mengaku menyesali perbuatannya.


Kasus lainnya yang diungkap adalah penjualan elpiji oplosan di Jalan Flamboyan, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu pada 13 April lalu. Dari kasus ini, polisi menangkap dua orang tersangka. Yaitu Iwan Agus Susanto, 41, warga Perum GPA Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso dan Hendik Dwi Suswanto, 38, warga Jalan Mojomulyo, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.


Kemudian kasus pencurian di sebuah minimarket Indomaret Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kota Batu. Dari kasus yang terjadi pada Maret 2020 lalu, polisi menangkap seorang tersangka yakni Zakaria, 33, warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Pasuruan. Selain dijerat kasus pencurian, Zakaria juga diproses kasus kedapatan membawa senjata tajam.


Terakhir adalah kasus pencurian sepeda motor di Jalan Ir Soekarno Dadaptulis Utara, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dalam kasus yang terjadi 14 April 2020 ini, polisi menangkap seorang pelaku yakni Moch Navis Anaufal, 22, warga Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.


Harviadhi mengatakan, kasus elpiji oplosan merupakan pelanggaran hak konsumen. Modusnya dengan memindahkan gas pada tabung elpiji melon ke tabung besar. Kemudian oleh mereka jual lagi dengan harga pasaran. “Dari pengoplosan elpiji tersebut, kedua tersangka bisa mendapat keuntungan Rp 3 juta setiap bulannya,” paparnya.(mg2/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Asra Bulla