SD Insan Amanah, Asah Empati Lewat Tilik Desa

Selasa, 15 Oktober 2019

Sabtu, 21 Sep 2019, dibaca : 285 , rosida, imam

MALANG - Sarpina, salah seorang warga Dusun Lowok Desa Permanu Kecamatan Pakisaji merasa bersyukur akan bantuan yang diberikan oleh SD Insan Amanah. Bantuan berupa sembako yang diterimanya merupakan anugerah. Satu paket sembako dapat meringankan beban hidupnya untuk beberapa hari kedepan. "Terimakasih, semoga rezekinya semakin banyak, barakah dan sehat," ungkapnya dalam bahasa Jawa.

Sarpinah merupakan satu dari sekitar 70 warga Dusun Lowok yang mendapat santunan dari SD Insan Amanah dalam kegiatan Tilik Desa, yang tahun ini bertempat di Dusun Lowok Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Santunan berupa paket sembako untuk orang dewasa, dan 60 bingkisan berupa tas dan peralatan belajar untuk anak-anak.
 
Selama dua hari sejak Kamis (19/9) lalu, siswa-siswi kelas IV SD Insan Amanah tinggal di Dusun Lowok. Mereka tinggal di rumah-rumah warga dan mengikuti kebiasaan keluarga yang mereka tempati. Pada malam harinya, para siswa menampilkan aksi pentas seni, seperti teater dan tari tradisional yang ditonton oleh warga setempat.  

Waka Bidang Keislaman SD Insan Amanah Yakmun Taufik, M.Pd.I mengungkapkan, Tilik Desa memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi siswa. Sebagai anak yang lahir dan tumbuh di daerah perkotaan, siswa SD Insan Amanah mendapat pengalaman yang berbeda dengan tinggal sementara di pedesaan.

Mereka belajar bersosialisasi dengan masyarakat yang tidak dikenal sebelumnya. "Karena kehidupan di desa sangat berbeda dengan di kota. Harapanya akan memberikan imbas yang positif terhadap jiwa sosial anak-anak kami," katanya.

Selain sosialnya yang tinggi warga desa dikenal dengan hidup mereka yang sederhana. Sehingga mejadi pembelajaran bagi siswa SD Insan Amanah yang selama ini hidup di tengah keluarga yang berkecukupan.  

Maka di kegiatan Tilik Desa mereka 'dipaksa' untuk hidup sederhana. Sebagaimana hidup orang desa pada umumnya. Dan satu hal penting lainnya adalah keberanian. Hidup jauh dari orang tua, mengharuskan siswa untuk bersikap mandiri.
"Anak-anak belajar menerima apa adanya dan belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri atau mandiri," ujarnya

Taufik megungkapkan, suksesnya kegiatan Tilik Desa karena dukungan orang tua siswa yang begitu besar. Terlebih dukungan financial. Dana Tilik Desa tahun ini mencapai angka 60 juta rupiah di luar biaya sembako.

Dana tersebut disumbangkan untuk pembangunan Madrasah Ibtidaiyah dan TK yang berada di Dusun Lowok.  Termasuk juga untuk melengkapi sarana ibadah di masjid setempat.
“Rencananya kami akan bantu satu ruang kelas untuk sarana belajar di sekolah ini. Alhamdulillah, dukungan dan partisipasi orang tua siswa begitu luar biasa,” tandasnya.  

Kepala SD Insan Amanah, Suhardini Nurhayati, M.Pd., mengatakan dengan berada pada konteks pedesaan yang penuh kesederhanaan, gotong royong dan mandiri, kegiatan Tilik Desa bertujuan untuk menajamkan empati siswa.
“Pada intinya kami ingin mengajak anak-anak keluar dari zona nyaman agar lebih banyak bersyukur dan tidak suka mengeluh,” ujarnya.

Selain itu juga memupuk jiwa kewirausahaan siswa, dengan melihat dan praktik langsung di home industry milik warga.  Seperti membuat lontong, membuat es, membuat krupuk, bertani dan lain-lain.
“Di sini lah anak-anak dihadapkan pada konteks membuka lapangan kerja dengan inovasi dan kreativitas masing-masing,” pungkasnya. (imm/oci)



Loading...