Malang Post - Sakit Hati, Penjual Tape Curi Motor

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Sakit Hati, Penjual Tape Curi Motor

Selasa, 25 Feb 2020

MALANG – Mujiono, 38 tahun, warga Dusun Sukorejo, Desa Kranggan, Ngajum, harus rela mendekam di tahanan Polsek Ngajum Polres Malang. Dia nekat mencuri dua motor dari tetangga desanya. Senin siang (24/2), dia mengaku di hadapan Kanit Reskrim Polsek Ngajum, Ipda Eka Yuliandri Aska, bahwa motifnya menjadi maling motor adalah sakit hati.
“Saya sakit hati, karena kursi ruang tamu saya diambil,” ujar Mujiono di hadapan awak media.
Bagaimana bisa kursi ruang tamunya diambil? Aska menerangkan, semua berawal dari persoalan utang piutang antara Mujiono dengan korban, Wanti, 46 tahun, warga Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum.
Karena tak bisa menyelesaikan utangnya, Wanti akhirnya mengambil kursi ruang tamu rumah tersangka, sebagai jaminan utang pada Sabtu (25/1). Jika utang bisa terbayar, maka kursi ruang tamu itu baru dikembalikan. Namun, kebencian dan rasa malu sudah membutakan nalar dari Mujiono.
“Dia memiliki utang dengan korban. Ini menjadi motif pelaku sakit hati, lalu mencuri motor korban,” tandas Azka kepada Malang Post, Senin (24/2). Bukannya segera mencari cara untuk membayar utang, dia merencanakan pencurian. Akhirnya, Sabtu malam jelang dini hari, dia melancarkan aksinya.
Mujiono dengan mudah, menggondol Honda Vario N 2685 LB di rumah korban. Namun, pria yang kesehariannya adalah penjual tape ini, tampaknya ketagihan dengan gratifikasi emosional setelah mengerjai orang yang dia benci. Ketika ada kawannya yang mengeluhkan persoalan dengan seseorang, Mujiono kembali menemukan kesempatan mengerjai orang.
Dia mencuri motor Yamaha Jupiter N 4052 FZ milik Kartono, warga Dusun Umbulrejo, Desa Balesari Ngajum. “Kalau yang ini, karena tersangka dicurhati temannya. Dengan dalih setia kawan, dia mendatangi rumah orang yang bermasalah dengan temannya, dan melakukan pencurian,” terang Aska.
Menurut Aska, modusnya sangat sederhana. Tersangka sudah mengenal lingkungan lokasi tempat pencurian dan sasarannya. Dia bisa keluar masuk dengan mudah, karena jendela rumah korban tidak terkunci. Namun, tidak butuh waktu lama bau busuk kejahatannya tercium oleh petugas.
Jika diurut ke belakang, maka motif utama yang mengawali utang karena istrinya baru saja melahirkan dan membutuhkan biaya untuk merawat kelahiran anak ketiganya. Sayangnya, sekarang Mujiono harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum. “Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan,” tutup Aska. (fin/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...