MalangPost - Protokol Kesehatan ala Hotel Tugu Sambut New Normal

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Protokol Kesehatan ala Hotel Tugu Sambut New Normal

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 4008 Kali

MALANG - Tidak pernah menggunakan masker kini seluruh masyarakat biasa mengenakan masker. Jarang cuci tangan, kini seluruh pegawai kantor dan pekerja biasa mencuci tangan sebelum bekerja. Perubahan pola hidup masyarakat mulai berubah lebih sehat sejak pandemi Covid-19. Semua dilakukan demi tetap bertahan. Perubahan ini juga diikuti dunia usaha. Salah satunya usaha jasa seperti hotel.


Hotel Tugu Malang kini suasananya tetap sama akan tetapi ada hal-hal berbeda. Pengunjung tetap bisa menikmati suasana asri, terbuka dan hijau hingga ramahnya pegawai hotel khas hotel ini. Kini saat hendak masuk area hotel akan menghadapi protokol kesehatan.
Masuk ke lobby, tamu diminta menghadap resepsionis dan mempersilakan diri untuk diperiksa suhu tubuhnya. Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan Thermo Gun.
Di meja resepsionis pun disediakan satu bakul masker kain. Disiapkan khusus bagi tamu yang hendak masuk area  hotel tetapi tidak mengenakan masker. Dijual murah walaupun buatan sendiri alias hand made.


Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang, Crescentia Harividyanti menjelaskan detail tentang perubahan yang terjadi di hotel yang dinominasikan majalah pariwisata ‘Conde Nast Traveler’ sebagai The Best Hotels in The World tahun 2020 ini.
"Yang masuk pasti akan dicek suhu tubuhnya. Kemudian jika lupa menggunakan masker atau ketinggalan kita menyediakan masker  buatan hotel sendiri. Karena kita memastikan standar masker juga sesuai SOP kesehatan jadi tidak usah khawatir," papar perempuan yang akrab disapa Cres ini.


Hotel Tugu juga memberikan layanan senyaman mungkin dan senormal mungkin sambil tetap mengedepankan SOP kesehatan yang telah diatur Pemkot Malang. Seperti mengurangi kapasitas okupansi hotel hingga 50 persen lebih. Dari total 49 kamar yang biasanya dijual  untuk pengunjung, di masa transisi New Normal ini hanya 25 kamar saja yang disediakan. Hotel Tugu juga merelakan dua kamar untuk dijadikan ruang isolasi.
"Kami mengikuti apa yang dianjurkan dan diperintahkan pemda dalam aturan. Termasuk ruang isolasi. Karena kita tidak punya ruang khusus maka dua kamar kita relakan untuk jadi ruang isolasi. Letaknya di lantai tiga, terpisah dari ruang-ruang  aktif dan kamar-kamar tamu," urai Cres didampingi Public Relation Hotel Tugu Malang, Pratiwi Sasotya.


Hal-hal lain yang disesuaikan Hotel Tugu guna mendukung masa transisi New Normal dan tetap menghidupkan usaha perhotelan di Kota Malang adalah melengkapi sarana prasarana  sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Jika berkunjung ke hotel ini, setiap sudut atau titik masuk hotel akan dijumpai tempat-tempat cuci tangan. Juga hand sanitizer yang ditempatkan di tempat-tempat strategis di areal hotel. Jika melihat lebih jeli lagi, utamanya di restauran-restaurant di hotel ini pengunjung tidak akan melihat table set (perlengkapan makan) di atas meja seperti biasanya.


Cres menjelaskan ini merupakan salah satu perubahan yang dilakukan Hotel Tugu. Seluruh table set yang biasanya sudah disiapkan di atas meja makan tidak lagi ditempatkan di sana. Baru akan diatur dan ditempatkan di atas meja jika tamu hendak menyantap kuliner.
"Ini juga kita menjaga agar semua tetap steril. Semua perlengkapan makan seperti sendok, piring, garpu, tidak akan dikeluarkan jika tidak benar-benar akan digunakan. Dan kita tempatkan peralatan makan di tempat tertutup," jelasnya.


Dijelaskan pula, kasir juga dilengkapi dengan alat atau boks sterilisasi uang. Jadi setiap uang yang masuk maupun menjadi kembalian untuk diberikan kepada tamu akan masuk dulu dalam boks sterilisasi uang tersebut. Boks ini memiliki sistem pemanas hingga kurang lebih 80 derajat celcius yang dapat mematikan bakteri atau virus jika memang ada pada uang tersebut.
"Jadinya uang juga akan steril dan aman. Pegawai yang tugas di cashier juga dilengkapi plastik pelindung. Nanti juga mereka pegawai yang tugasnya berhubungan langsung dengan konseumen akan menggunakan face shield. Semua akan dilengkapi itu," tandas Cres.


Public Relation Hotel Tugu Malang, Pratiwi Sasotya menambahkan tentang adanya paket menarik bagi tamu-tamu setianya. Disebut "Book Now, Stay Later". Paket ini  memungkinkan siapapun yang ingin menginap di Hotel Tugu memesan kamar jauh-jauh hari dengan harga yang spesial.
Dijelaskan perempuan yang akrab disapa Tya ini, paket ini berlaku sejak masa pandemi, Juni 2020 berlaku hingga 2 tahun kedepan. Yakni hingga tahun 2022. "Pesan bisa saat ini dengan harga spesial dan tinggal pilih tanggal berapa akan menginap. Berlakunya hingga April 2022,” katanya. “Ini salah satu cara kita menggairahkan industri pariwisata dan dunia hospitality Malang Raya lainnya. Layanan makan secara buffet (prasmanan) pun ditiadakan. Tamu diminta memesan langsung dan petugas akan mengantarkan makanan langsung ke meja,” sambung Tya.


Ditambahkannya, Hotel Tugu tidak ingin menjadikan masa pandemi  sebagai masa suram bagi dunia pariwisata dan perhotelan di Malang. Pelan-pelan dunia usaha apapun akan membuka diri, warga pun akan terbiasa dengan pembatasan yang ada dan diterapkan. Hotel Tugu  dengan segala cara akan mengikuti aturan protokol kesehatan yang ada dengan ketat, tetapi juga tidak meninggalkan prinsip-prinsip "hospitality" yang menjadi dasar jasa usaha perhotelan.
"Kita sebisa mungkin mengikuti aturan pemerintah daerah, pusat dan juga aturan dengan standar internasional. Sudah ada tamu kok yang datang dan sudah mengetahui aturan yang kita lakukan. Mereka appreciate juga ketika kami ingatkan," urai Tya.


Sementara tiap pegawai pun dibekali dengan vitamin dan edukasi protokol kesehatan. Tiap harinya pula manajemen meng-update informai dan berita terkini terkait konsep aturan pemerintah di tengah pandemi.
Hal ini akan terus dilakukan agar  tetap bertahan dan juga menjadikan diri kembali normal dengan gaya yang baru. Yakni gaya sehat untuk terhidar dari Covid-19.
"Ya untung kita ini sudah banyak punya menu-menu sehat seperti jamu. Itu sudah menjadi trademark kami, jadinya pengunjung di sini sudah terbiasa. Kita juga sudah terbiasa. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang lebih baik lagi,"  jelas Tya. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina