MalangPost - Produktif Bikin Konten Video untuk Belajar Anak

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Produktif Bikin Konten Video untuk Belajar Anak

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 3750 Kali

IKUTI anjuran pemerintah agar tidak mudik saat lebaran dilakukan Kadek Ayu Ery Ratnawati. Meski merasa sedih, Kadek memilih mengambil hikmah terhadap kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu.


   Baca juga : Tak Mudik ke Kampung Halaman, Isi Waktu dengan Dua Riset

Salah satu hikmah yang dirasakannya yakni bisa fulltime menyaksikan perkembangan sang anak. Sebab sebelum adanya Covid-19, Kadek cukup sibuk melakoni tugasnya sebagai Relations Manager di Atria Hotel Malang.
"Lebih tahu perkembangan anak, dan mendampingi dia belajar bahkan sekarang sudah hafal alfabet padahal belum genap dua tahun. Selama masa pandemi Covid-19 ini sebagai ganti quality time saya dengan anak karena selama ini banyak kerjanya," ungkap Kadek.


Menurutnya, Idul Fitri 1441 H membawa kenangan dan pelajaran tersendiri sebab semuanya sangat berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya bisa Salat Idul Fitri berjamaah tanpa rasa takut tertular virus Corona, namun tidak demikian di tahun ini.
Pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua lini kehidupan juga membuatnya lebih bersyukur. Sebab diberikan anugerah berupa kesehatan untuk diri sendiri, anak, suami beserta keluarga besarnya. Baik yang sudah usia lanjut, semua keluarga taat dengan kebijakan pemerintah untuk tetap stay at home.
"Kami juga lebih legowo dengan semuanya, kemudian dari segi kesibukan karena saya mengurus anak jadi lebih produktif bikin video," terangnya.
Selama #dirumahaja dan lebaran di rumah, Kadek kian produktif membuat konten tentang keceriaan di rumah bersama anak atau kesibukan menjadi ibu rumah tangga. Selain itu ia juga kerap membagikan video saat  anak belajar menggunakan beberapa alat peraga  atau media belajar ramah lingkungan.


Dari konten video itulah, banyak pengikutnya di sosial media tertarik dengan media belajar sang anak. Bahkan mereka juga membeli alat peraga tersebut kepada Kadek.
"Karena alat peraga yang ada di video berbahan kayu, bagus dan aman untuk anak-anak. Jadi banyak yang DM atau WhatsApp langsung ke aku, dari situ akhirnya aku jualan sampai memborong ke supplier, tiga hari langsung habis, sampai gak percaya, pandemi Covid-19 membuat saya belajar jualan juga," urai ibu satu anak ini.


Kadek melanjutkan, meski tidak bisa mudik ke Cilacap dan Solo, ia bersyukur lantaran masih bisa bersilaturahmi menggunakan aplikasi online. Tepat di hari lebaran lalu ia beserta keluarga besar menggelar halalbihalal online via Zoom.
Keceriaan lebaran tetap dirasakan dalam halalbihalal online. Sesuatu yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, senang, bahagia, sedih dan haru bercampur menjadi satu.
"Lebaran tahun lalu kami ada dua sesi.  Yakni sama keluarga besar saya dan keluarga besar suami, ketika kumpul inilah tumpah ruah jadi satu, kita pasti ada PR untuk memasak berbagai jenis masakan, main kembang api, nonton film, dan monopoli," kenangnya.


Idul Fitri tahun lalu Kadek dan Suami rutin mudik H+2 lebaran ke Cilacap dan Solo, keluarga dari sang suami. Momen kebersamaan dengan mengenakan busana keluarga pun tahun ini harus ditunda dulu demi kepentingan dan keselamatan orang tercinta. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani