MalangPost - Polisi Tangkap Pasutri Pembunuh Balita

Senin, 10 Agustus 2020

  Mengikuti :

Polisi Tangkap Pasutri Pembunuh Balita

Jumat, 10 Jul 2020, Dibaca : 3567 Kali

PASURUAN - Tak kurang dari 24 jam, jajaran Satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap R, bocah perempuan berusia 5 tahun asal Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Dua tersangka yang berhasil diamankan adalah pasangan suami istri. Berinisial T (27) dan istrinya IM (19). Keduanya masih tetangga korban yang baru pindah dari Kecamatan Wonorejo. Ditetapkan sebagai tersangka, setelah polisi berhasil mendapatkan bukti-bukti yang cukup, terkait perbuatan keji mereka.

‘’Hasil pemeriksaan dan bukti-bukti, keduanya adalah pelaku pembunuhan terhadap R, pada Selasa (7/7) kemarin,’’ ujar Kasatreskrim, AKP Adrian Wimbarda, saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, dalam rilis kasus tersebut.

Masih menurut Kasatreskrim, penangkapan kedua tersangka, dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang berhasil diamankan. ‘’Ada yang melihat IM berjalan bersama korban, ke arah tempat ditemukannya korban meninggal. Dugaan diperkuat dengan keterangan warga, yang melihat IM memberikan es krim kepada korban. Nah, es krim tersebut ditemukan masih terbungkus di TKP,’’ imbuh Kasatreskrim.

Atas fakta-fakta itulah, T dan IM dibawa ke Mapolres untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Polisi juga melakukan penyelidikan ke rumah kedua pelaku. Ditemukan perhiasan milik korban yang hilang. Gelang dan kalung yang berada di lemari milik IM.

Kejadian bermula saat warga Desa Tanggulangin, dikejutkan dengan ditemukannya mayat bocah perempuan, di saluran irigasi persawahan setempat. Sekitar 500 meter dari rumah korban, Selasa sore. Kondisi korban dalam posisi terendam air.

Kuat dugaan bocah tersebut dibunuh. Ada bekas luka pukulan di punggungnya. Perhiasan yang biasa dikenakan, juga hilang. Polisi pun memeriksa sejumlah saksi. Termasuk pasutri T dan IM, yang sebelumnya terlihat bersama korban.

Mayat korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Hasilnya, terdapat luka akibat benda tumpul di punggungnya. Korban ternyata juga dicabuli oleh pelaku.

Masih menurut AKP Adrian, Selasa pagi, korban yang bermain di dekat rumah pelaku, dipanggil dan diajak masuk ke dalam rumah, kemudian dicabuli. Saat kejadian, istri pelaku tidak ada di rumah. Setelah istri pelaku datang, korban dibelikan es krim dan diajak ke areal persawahan.

Pelaku sempat menyuruh istrinya mencari kayu, yang akan digunakan untuk memukul korban. Dua kali korban dipukul menggunakan kayu tersebut. Perhiasan korban dilucuti. Bocah naas itu lalu ditenggelamkan ke saluran irigasi untuk menghilangkan jejak. Kedua pelaku kemudian beranjak pulang.

Namun pelaku T sempat kembali ke TKP dan kembali menenggelamkan korban untuk memastikan, korban telah tewas. Hingga akhirnya ada salah satu warga yang melintas di lokasi, melihat ada mayat dan memberitahukan ke warga lainnya. ‘’Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis. Tentang pembunuhan dan pencurian,’’ tutup AKP Adrian. (wan)

Editor : Redaksi
Penulis : Iwan