Polinema Kukuhkan Guru Besar Pertama Bidang Ilmu Teknik Mesin

Rabu, 16 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 489 , aim, asa

MALANG - Profesor atau Guru Besar pertama Politeknik Negeri Malang (Polinema) bidang Ilmu Teknik Mesin dikukuhkan pada Rapat Terbuka Senat Polinema, di Aula Pertamina, Rabu (18/9) . Prof. Dr. Ir. Bambang Irawan, M.T sudah ditetapkan Menristek Dikti M.Nasir untuk menduduki posisi tertinggi jabatan akademik sejak 22 Mei lalu.
"Dengan pengukuhan ini, Prof. Bambang adalah Guru Besar pertama di Polinema. Keberadaan Prof. Bambang memberikan kontribusi sangat besar terhadap Polinema," kata Direktur Polinema, Dr. Awan Setyawan, M.M.
Dijelaskannya, saat ini Polinema memiliki 73 dosen yang bergelar doktor dan 58 dosen yang tengah menempuh studi jenjang doktoral. Pada 2020 mendatang, Polinema menargetkan memiliki 87 dosen yang bergelar doktoral. Hal tersebut menjadi tahap awal untuk meningkatkan jumlah guru besar di Polinema.
"Ini jadi tahap awal Polinema untuk meningkatkan daya saing di Indonesia. Apalagi saat ini, Polinema sudah memiliki guru besar. Harapannya dapat memberi motivasi kepada dosen lain di Polinema," lanjutnya.
Prof. Bambang telah menjadi dosen di Polinema sejak 1982 di Jurusan Teknik Mesin. Pada orasi ilmiahnya, Prof Bambang menyampaikan penelitiannya yang bertajuk “Peranan Energi Surya dalam Kontribusi Pasokan Energi Listrik yang Ramah Lingkungan”. Prof. Bambang menyoroti terkait besarnya potensi penggunaan panel surya sebagai pengganti sumber listrik yang berasal dari sumber daya batu bara maupun minyak.
"Dibanding dengan listrik dari PLN, estimasi biaya penggunaan panel surya memang masih lebih tinggi. Namun potensinya di masa depan cukup menjanjikan," ujarnya.
Menurut penelitiannya, panel surya bisa membantu kebutuhan energi listrik secara individu maupun masal. Sejauh ini panel surya juga tergolong sebagai pembangkit listrik tidak membahayakan lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas CO2 maupun gas lainnya. Tak hanya itu, pembangkit listrik panel surya mudah dirakit dan dirawat energi sinar surya gratis tidak bayar.
Energi listrik dari panel surya dapat digabung dengan pembangkit listrik lainnya tanpa adanya gangguan. Untuk instalasi panel surya yang dipasang diatap gedung atau rumah bisa memasok listrik sekitar 10 persen dari kebutuhan.”Panel surya yang dipasang di luar jangkauan jaringan PLN dinilai masih sangat menguntungkan,” terangnya.
Prof. Bambang disebutkan menghabiskan waktu tiga bulan untuk proses pengajuan gelar guru besarnya ke pemerintah. Hal tersebut tak lepas dari dukungan penuh dari Polinema baik dalam bentuk materil maupun non materil. Sejauh ini Polinema menganggarkan setidaknya Rp 15 miliar untuk publikasi ilmiah para akademisinya. Salah satu tujuannya untuk percepatan penambahan jumlah guru besar.
Lebih lanjut, selain menjadi guru besar pertama di Polinema, Prof. Bambang menjadi guru besar ke empat dari seluruh Politeknik di Indonesia. Per Mei lalu, kredit untuk dapat diusulkan menjadi guru besar semakin besar. Sebelumnya, kredit yang harus dipenuhi untuk diusulkan menjadi guru besar hanya 500- an, sedang saat ini harus mencapai 868 angka kredit. Oleh karenanya, tantangan untuk meraih gelar sebagai guru besar juga semakin berat.(asa/adv/aim)



Loading...