MalangPost - Peti Emas Jadi Tempat Peristirahatan Terakhir George Floyd

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Peti Emas Jadi Tempat Peristirahatan Terakhir George Floyd

Senin, 08 Jun 2020, Dibaca : 4947 Kali

WASHINGTON - Jenazah George Floyd, pria kulit hitam yang tewas setelah lehernya diinjak dengan lutut oleh anggota polisi, disemayamkan di dalam peti emas. Anggota keluarga dan sejumlah pejabat publik menghadiri kebaktian di North Carolina, Amerika Serikat pada Sabtu waktu setempat. Rencananya George Floyd akan dimakamkan pada Selasa 9 Juni di Houston, Texas.

Afiliasi NBC WRAL melaporkan, sebelum upacara pribadi dimulai pada Sabtu sore, ribuan orang dari seluruh negeri tiba menggunakan mobil, sepeda motor, atau angkutan umum. Ketika mobil jenazah yang membawa peti mati Floyd tiba, pelayat berteriak histeris, "kekuatan hitam" dan "tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian".

 

Jenazah Floyd dikawal oleh Kantor Sheriff County Hoke sebelum penghormatan diadakan dari pukul 11.00 hingga 13.00. Sebagian besar pelayat mengenakan baju hitam, kecuali anggota keluarga Floyd yang berpakaian putih.

Mereka berbicara di Raeford, North Carolina untuk menghormati Floyd atas kematiannya yang disebabkan oleh kebrutalan dan rasisme polisi. "Beberapa kematian bukanlah tentang kematian. Sebagian kematian adalah tentang membangunkan kita semua," kata juru bicara Gubernur North Carolina Roy Cooper, Jeremy Collins seperti dikutip dari NBC News, Senin (8/6).

 

Pembicara lain dari Hoke County Sheriff, Hubert Peterkin mendesak penegakan hukum di seluruh AS untuk mengakui bahwa 'kita adalah bagian dari masalah'. "Kami sebagai petugas penegak hukum tidak memiliki wewenang untuk menggertak, mendorong orang di sekitar dan membunuh mereka (hanya) karena kami memiliki lencana dan senjata. Ini harus berubah. Kita terus berbicara, kita terus berbicara, kita terus berbicara sampai itu terjadi lagi, cukup. Jangan biarkan kehidupan George Floyd sia-sia," kata Peterskin.

 

Pendeta Christopher Stackhouse dari Gereja Baptis Misionaris Kapel Lewis juga memberikan pidato dan berulang kali merujuk hari kematian Floyd sebagai sesuatu yang berbeda. "Meskipun butuh 8 menit 46 detik baginya meninggal dunia, butuh 401 tahun untuk menempatkan sistem sesuai pada tempatnya. Sebuah gerakan sedang terjadi di Amerika dan saya senang kita semua bisa mengatakan bahwa George Floyd-lah yang memicu sumbu itu," kata Stackhouse.

 

Dia menambahkan, kematian Floyd dan aksi protes yang terjadi telah memicu perbincangan antara orangtua kulit hitam dan anak-anak mereka tentang rasisme. Sekelompok paduan suara menyanyikan lagu-lagu dan tulisan suci Alkitab dibacakan di kebaktian. Paman Floyd, Isaac Floyd juga beryanyi dalam kebaktian itu. 

Anggota keluarga lainnya, Ruby Floyd berkata kepada orang banyak, "Kami membawa cinta kembali ke alam semesta".

 

Collins dari kantor gubernur menghadiahi keluarga Floyd sebuah bendera yang berkibar di atas gedung Capitol, mereka juga menerima resolusi resmi dari kantor gubernur dan Suku Lumbee.

George Floyd tewas pada 25 Mei setelah perwira polisi Derek Chauvin menindih lehernya menggunakan lutut selama lebih dari delapan menit. Dalam sebuah video, Floyd memohon ketika dia terjepit dan berkata, "Tolong, tolong, tolong. Saya tidak bisa bernapas".

 

Paman Floyd, Roger Floyd mengatakan yang membuat hatinya sedih tentang kematian keponakannya adalah ketika dia memanggil ibunya yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu karena kanker. "Saat itulah ketika saya bilang, dia mungkin sekarat pada saat itu," katanya kepada WRAL.


 
Chauvin yang berkulit putih telah dipecat oleh Departemen Kepolisian Minneapolis dan ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian. Tuduhan pembunuhan ditingkatkan ke tingkat kedua pada hari Rabu. 
Tiga petugas lainnya yang terlibat juga kehilangan pekerjaan dan ditahan karena dituduh membantu dan bersekongkol melakukan pembunuhan, menurut pengaduan pidana yang diajukan oleh negara bagian Minnesota. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net