Malang Post - Penuhi Order, HP Ojek Daring Dibawa Kabur

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Penuhi Order, HP Ojek Daring Dibawa Kabur

Selasa, 25 Feb 2020

MALANG - Pengendara ojek daring (online) Arif Tri Cahyono, 46 tahun, warga Jalan Tegal Mapan Perum Permata Residence, Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang bernasib apes. Ketika bekerja, ponsel yang selama ini menjadi alat untuk mengais rezeki dibawa kabur penumpangnya. Atas peristiwa itu, Arif langsung mendatangi Polsek Sukun untuk melakukan laporan.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/2) sekitar pukul 13.00. Saat itu, korban mendapat order mengantar penumpang dari Lapangan Rampal menuju RST Dr. Soepraoen. Ketika sampai di tempat tujuan, penumpang tersebut tidak mau turun. Namun, malah meminta korban untuk mengantar dirinya ke Jalan S. Supriadi VII.


Ketika sampai depan gang, penumpang turun dan masuk ke dalam sebuah gang. Kemudian, meminta korban untuk menunggu. Tak berselang lama, pelaku keluar dari gang dan mengatakan kepada korban jika rumah temannya itu pintunya tertutup. Kemudian, pelaku berdalih tidak bisa menghubungi temannya karena baterai ponselnya lemah dan mati.
Akhirnya, pelaku meminjam ponsel korban untuk menghubungi temannya dan kembali masuk ke dalam gang. Namun, setelah ditunggu selama lima menit, pelaku tak kunjung kembali. Kemudian, korban masuk ke dalam gang dan mengecek keberadaan pelaku tetapi kehilangan jejak. Ternyata, pelaku sudah tidak ada di tempat. Akibatnya, ponsel Samsung Galaxy M 30 raib.
Sadar menjadi korban kejahatan, ia langsung mendatangi Polsek Sukun untuk melakukan laporan. "Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 2,4 juta," terang Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.


Atas peristiwa itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih dalam. "Masih diselidiki dan ditangani oleh Polsek Sukun," tandas dia.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak meminjamkan barang berharga kepada orang yang tidak dikenal. "Jangan mudah pinjamkan barang berharga kepada siapapun. Sebab, hal tersebut bisa dimanfaatkan para pelaku kriminal untuk berbuat jahat," pungkas dia. (tea/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Amanda Egatya

  Berita Lainnya





Loading...