Pensiun dari Komisioner KPU, Banting Setir Jadi Supplier Kopi Belik | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 06 Des 2019,

TEKAD yang bulat dan kerja keras yang tak kenal putus asa, pasti akan membuahkan hasil maksimal. Inilah Santoko, Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Lepas dari Komisioner KPU, dia banting setir menjadi supplier kopi.

Hasilnya cukup memuaskan. Meskipun terhitung baru enam bulan berjalan, tetapi dalam setiap bulan Santoko bisa menyuplai 120 - 240 kilogram kopi di beberapa kota di Indonesia. Brand Kopi Belik miliknya, sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas.
"Sekarang baru enam kota saja yang saya suplai kopi. Yaitu, Pekalongan, Samarinda, Bandung, Jakarta, Situbondo dan Pasuruan. Harapannya, ke depan bisa berkembang ke kota lainnya," ungkap Santoko.
Bisnis Kopi Belik ini, baru dia rintis pada bulan Juni 2019 lalu. Setelah dia memutuskan 'pensiun' dari anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang. Sebelumnya sejak tahun 2015, Santoko menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Malang.
Selepas dari anggota KPU tersebut, Santoko mencoba beralih menggeluti bisnis kopi. Dia membuka sebuah Cafe, dengan nama Kopi Belik. Cafe itu didirikan di dekat tempat tinggalnya di Kecamatan Wagir.
Nama Kopi Belik diambil karena tak jauh dari Cafe miliknya, ada sebuah sumber mata air yang biasa disebut Belik. Sumber air itu, selama ini terus mengalir untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar.
"Dari filosofi sumber air yang terus mengalir untuk memberi kehidupan bagi warga itulah, akhirnya sama namakan Kopi Belik. Karena keinginan saya, Cafe Kopi Belik tidak hanya sekadar bisnis, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat," terang pria kelahiran 28 Maret 1977 ini.
Karena di Cafe Kopi Belik ini, tempatnya bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat. Seperti acara resepsi pernikahan, rapat ibu PKK, rapat kegiatan organisasi masyarakat atau lainnya.
"Tempat kami sediakan gratis, tidak ada sewa. Biayanya hanya untuk pembelian kopi saja. Karena keberadaan Cafe Kopi Belik ini, saya harapkan juga bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.
Bapak tiga anak ini mengatakan, pilihan membuka usaha bisnis kopi, karena kopi merupakan budaya dan tradisi masyarakat Jawa. Dengan menikmati kopi, komunikasi akan terjalin dengan baik. Keakraban antar sesama juga akan terjalin.
"Bisnis kopi ini memang baru berjalan 6 bulan. Tetapi konsepnya sudah saya bangun sejak setahun sebelumnya. Pilihan bisnis ini, karena sangat menjanjikan dan penikmat kopi bisa semua orang," tuturnya.
Dari yang semula hanya iseng dan sekadar menyalurkan keinginannya, ternyata dalam waktu singkat 6 bulan bisnisnya berkembang. Tidak lagi sekadar membuka usaha cafe, tetapi sudah menjadi supplier kopi untuk beberapa kota.
Santoko, mampu mengembangkan bisnis kopi ini, melalui media sosial yang sekarang berkembang pesat. Hasilnya banyak masyarakat, terutama pemilik cafe kopi di beberapa daerah tertarik dengan brand Kopi Belik. Bahkan enam cafe yang sudah menjadi langganan, setiap minggu meminta suplai Kopi Belik.
"Setiap minggunya saya mensuplai Kopi Belik antara 5 - 10 kilogram kopi, kepada setiap satu cafe. Ada enam cafe di beberapa kota yang rutin meminta suplai," urai mantan Ketua KPU Kabupaten Malang ini.
Pria berusia 42 tahun ini mengatakan, Kopi Belik yang disuplai ke beberapa daerah di Indonesia, merupakan produk kopi asli dari Kecamatan Dampit. Kopi Dampit, selama ini memang dikenal. Selain memiliki aroma yang khas, juga memiliki cita rasa yang tinggi dan disukai oleh penikmat kopi.
"Produk kopi yang saya pasarkan adalah kopi khas Malang. Karena tujuan saya, selain lebih mengenalkan Kopi Malang, juga ingin mengangkat potensi kopi yang ada di wilayah Kabupaten Malang," bebernya.
Dengan bisnis kopi yang sudah mulai berkembang ini, Santoko, berharap bisa lebih mengembangkan sayap ke beberapa daerah lain. Termasuk bercita-cita ingin membuka cabang Cafe Kopi Belik di beberapa tempat dan kota.
"Selama mau berusaha dan terus memperbaiki kualitas, saya optimis Kopi Belik ini bisa berkembang. Karena usaha tanpa ada kerja keras, tidak akan membuahkan hasil yang baik," tegas dia.
Di samping bisnis Kopi Belik, mantan guru agama di SMK Muhammadiyah Wagir ini, juga masih eksis dengan usaha sales kacamata. Di mana pun dia singgah dan ketemu siapapun, Santoko terus mempromosikan usaha kacamata. Baik kacamata baca atau lainnya.
Bahkan hampir setiap hari, selepas dari anggota Komisioner KPU Kabupaten Malang, Santoko tak lepas dari pekerjaan sebagai sales. Dia door to door, dari rumah ke rumah untuk menawarkan kacamata.
"Karena sales kacamata ini adalah pekerjaan pertama saya. Sehingga tidak bisa lepas dari sales kacamata dan tetap jalan. Merdeka untuk sales," pungkasnya.(Agung Priyo/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Agung






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...