Penghuni Kos Tewas Telanjang | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 20 Nov 2019, dibaca : 30945 , Halim, Agung

MALANG - Masyarakat sekitar Jalan Mondoroko Selatan Desa Banjararum Kecamatan Singosari, Senin (18/11) malam gempar. Warga heboh dengan kematian salah satu penghuni kos di wilayah tersebut. Korban diketahui bernama Didik Kuswantoro, warga Dusun Sidomulyo Desa/Kecamatan Wates Kabupaten Blitar.
Pria berusia 55 tahun, yang diketahui bekerja sebagai sopir ini, ditemukan tewas di dalam kamar kos. Saat ditemukan, kondisinya tengkurap di lantai tanpa mengenakan pakaian. Dugaannya, korban tewas karena sakit.
"Hasil olah TKP tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia karena serangan jantung. Dari keterangan saksi serta keluarga, korban memiliki riwayat sakit hypertensi, jantung serta sesak nafas," jelas Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono.
Diperoleh keterangan, sebelum ditemukan tewas di dalam kamar, pada Minggu (17/11) pagi sekitar pukul 07.30, saksi Solikan, sempat membangunkan korban. Saksi mengetuk pintu korban untuk berangkat bekerja.
Namun panggilan saksi ini, tidak digubris oleh korban. Saksi menduga korban masih tidur. Minggu malam, sepulang kerja saksi juga masih mendapati pintu kamar korban tertutup.
Senin (18/11) pagi, kembali saksi membangunkan korban untuk berangkat kerja. Lagi-lagi tidak ada respon. Saksi-pun langsung pergi untuk berangkat bekerja. Baru Senin malam, saksi yang pulang kerja curiga dengan korban. Karena sama sekali tidak diketahui keluar. Padahal setiap malam selalu nonton TV di depan kamar.
Karena curiga, saksi lantas memberitahu Hamidi Dzakir, saksi lainnya. Keduanya lantas mendobrak pintu kamar. Begitu pintu terbuka, mereka kaget karena korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Kejadian itu lantas dilaporkan ke warga sekitar dan perangkat desa. Kemudian diteruskan ke Polsek Singosari. Petugas lantas datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi tubuh korban.
"Jenazah hanya kami mintakan visum luar dari petugas Puskesmas. Karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis," terang mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.(agp/lim)



Loading...