Pengedar Nyamar Jadi Sopir

Selasa, 15 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 1119 , halim, fino

MALANG – Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander memastikan tidak akan menoleransi narkotika. Semua pengedar, pengguna, kurir dan bandar, akan disikat bersih dari Bhumi Arema. Buktinya, sopir yang ternyata menjadi pengedar, dibekuk oleh Satresnarkoba Polres Malang Kota.
Pria berinisial MAR, 32 tahun, warga Jalan Candi Telagawangi Mojolangu, kesehariannya adalah seorang sopir. Pria lulusan SMA ini, juga seakan-akan bekerja dengan baik dan mendapatkan penghasilan yang cukup. Tapi di balik topeng pekerjaan hariannya, dia adalah aktor yang ikut menghancurkan generasi muda Malang.
Karena, saat dibekuk Satresnarkoba Polres Makota, dia mengantongi setidaknya 14 bungkus plastik klip berisi kristal metamfetamin. Berat narkotika ini mencapai 25,46 gram. Dengan banyaknya barang bukti yang dibawa satu orang, disinyalir dia adalah pengedar yang belum sempat menyalurkan barangnya kepada para konsumennya.
Dari informasi yang dihimpun, dia dibekuk dalam razia narkotika besar-besaran Satresnarkoba Polres Makota awal September lalu. Polisi menerima informasi bahwa ada seorang pengedar yang menyamar menjadi sopir untuk menutupi pekerjaannya di dunia gelap. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendeteksi keberadaannya.
Dia diketahui berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara, Polowijen Blimbing Kota Malang. Dia dibuntuti dan diintai. Ketika dipastikan dia bertransaksi narkotika, tersangka digerebek. Ketika digelandang, polisi mendapati barang bukti sabu tersebut. Tapi, ada pula barang bukti lain yang menguatkan.
Antara lain, dua buah bungkus rokok yang dipakai menyimpan sabu, satu buah bungkus permen happy dent, satu buah tas hitam, satu buah timbangan digital, serta satu handphone. Dia digelandang ke Satresnarkoba Polres Makota untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dari kepolisian.
Dari hasil interogasi, tersangka menerima sabu dari seorang pria berinisial MC. Dia menerima sabu itu dengan cara diranjau setelah menransfer uang. “Kami masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan, untuk mengungkap jaringan yang menyuplai barang kepada tersangka,” tutur Dony.(fin/lim)



Minggu, 13 Okt 2019

Buru DPO Sabu Kelas Bandar

Loading...