Pendaftaran Cakada PDIP, Masih Bisa Lewat Dua Pintu

Rabu, 16 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 426 , vandri, ira

MALANG - Pendaftaran calon kepala daerah (cakada) Kabupaten Malang melalui PDI Perjuangan masih terbuka lebar. Penutupan pendaftaran di DPD Jatim dan DPP PDI Perjuangan di Jakarta belum tutup.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Dra Sri Untari Bisowarno MAP mengatakan,
warga yang berniat mencalonkan diri menjadi pemimpin Kabupaten Malang bisa langsung ke DPD PDIP Jatim di Surabaya.
"Masih ada kesempatan mendaftar. Di DPD pendaftaran dibuka sampai 14 September 2019," katanya.
Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan penjaringan cakada masih dibuka di dua jalur walau di Kabupaten Malang sudah tutup sejak Rabu (11/9). Pengambilan formulir melalui DPP PDI Perjuangan di Jakarta hingga 23 September mendatang.
Karena itulah peluang untuk rebutan rekomendasi calon Bupati Malang dari partai pemenang pemilu ini masih terbuka lebar.
"Berapa orang yang mendaftar di DPD dan DPP, baru bisa kami ketahui nanti pada tanggal 16 September, ketika kami menyerahkan formulir cakada yang sudah dilakukan verifikasi," jelas Didik.
Wakil Ketua Tim Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah dan Bakal Calon Wakil Kepala Daerah, PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Santoko menambahkan, calon yang mendaftarkan diri ke DPD PDI Perjuangan Jatim langsung mengikuti fit and proper test. Rencananya fit and proper test digelar pada 17 -20 September.
Tim pendaftaran dan pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim akan menggelar rapat pleno pada 22 September. Selanjutnya berkas para calon langsung dikirim ke DPP. "Sepengetahuan saya itu jadwalnya," tambah Santoko.
Sementara itu Didik lebih lanjut menjelaskan, sejak dibuka Kamis (5/9) lalu, terdata delapan orang yang mengambil formulir pendaftaran. "Dari delapan orang yang mengambil formulir, sampai siang ini (Kamis, red) baru tiga orang yang mengembalikan formulir," jelas Didik.
Delapan orang yang mengambil formulir cakada itu berasal dari berbagai latar belakang. Yakni Sekda Kabupaten Malang, Ir. Didik Budi Muljono MT, Wibie Dwi A (pengusaha), Wahyu Eko Setiawan atau Sam Wes (aktivis) dan, Kepala Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Hendik Arso Marhein yang juga kader PDI Perjuangan.
Kemudian, Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr. Umar Usman, MM, Rektor Unira Kepanjen, Dr. Hasan Abadi, S.Ag., MAP, Waketum LESBUMI PB NU, Juma'ali S.Sn serta Diky Sulaiman, Ketua Kadin Kota Malang.
"Tiga orang yang sudah mengembalikan formulir adalah Didik Budi Muljono, Hasan Abadi serta Wahyu Eko Setiawan atau Sam Wes," tutu Didik.
Ketua DPRD Kabupaten Malang ini, mengatakan dari delapan orang yang mendaftar di kantor DPC PDI Perjuangan, hanya satu orang yang merupakan kader parpol berlambang kepala banteng moncong putih. Yakni Hendik Arso Marhein. Hendik selain Kades Pujiharjo, dia juga tercatat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Tirtoyudo serta koordinator Papdesi Kabupaten Malang.
Sementara, lima orang yang belum mengembalikan formulir pendaftaran, akan ditunggu sampai 14 September. Selanjutnya, formulir cakada yang sudah dikembalikan, akan dilakukan verifikasi data untuk mengecek kelengkapan persyaratan. Ketika ada kekurangan, panitia penjaringan segera memberitahu supaya bisa secepatnya dilengkapi.
"Setelah kami verifikasi faktual, berkas formulir pendaftaran nantinya akan kami kirim ke DPP melalui DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Cakada yang lolos verifikasi, akan dilakukan fit and proper test. Kewenangan penetapan cakada, sepenuhnya oleh DPP. Kami di DPC, hanya menerima penjaringan calon," jelasnya. (ira/agp/van) 



Selasa, 15 Okt 2019

PAN Pilih Diluar Kabinet

Loading...