Pembangunan Malang Creative Center Rawan Jeratan Hukum | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 10 Nov 2019, dibaca : 1767 , vandri, sisca

Alokasi anggaran MCC ramai dibahas.  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang kaget soal jumlah anggarannya yang terlalu besar. Dalam detail Engineering design (DED) MCC, tertulis anggaran Rp 121 miliar. Namun saat pemaparan dan pembahasan RAPBD 2020, Pemkot Malang menyebut total kebutuhan anggaran MCC Rp 185 miliar. Rencana alokasinya, Rp 125 miliar di APBD 2020 dan sisanya, di APBD 2021.
“Jumlah anggaran Rp 121 miliar itu sebagaimana dipaparkan konsultan pembangunan MCC di dewan. Tapi dalam pemaparan pemkot, kebutuhan anggaran (tahun 2020) Rp 125 miliar,” beber anggota Banggar, Arief Wahyudi SH.
“Pertanyaannya Rp 4 miliar (dari Rp 125 miliar, red) itu untuk apa? Sementara konsultan sudah buat Rp 121 miliar. Dalam DED MCC jelas, kebutuhan anggarannya Rp 121 miliar,” sambung Arief.
Sementara dalam pembahasan di dewan, pemkot memunculkan lagi kebutuhan anggaran MCC Rp 185 miliar. Setelah bersitegang antara dewan dan pemkot, akhirnya sepakat dikonsultasikan ke Pemprov Jatim. Rencananya agenda konsultasi anggaran MCC dan APBD 2020 dilakukan Senin (18/11) pekan depan di Surabaya.  
“Poin konsultasi pada proses penganggaran. Pemkot Malang butuh Rp 185 miliar utk MCC tapi di APBD 2020 ditulis Rp 125 miliar. Sedangkan Rp 60 miliar katanya pemkot akan anggarkan di tahun 2021,” kata Arief.
Padahal menurut Sekretaris Komisi B ini, harusnya sejak awal Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020 diberi keterangan anggaran pembangunan MCC sistem tahun jamak. Tahun jamak artinya pekerjaan proyek dengan anggaran dari APBD lebih dari satu tahun anggaran.
Menurut Arief, versi pemkot berbeda. Yakni menambahkan anggaran Rp 60 miliar pada APBD 2021 tanpa keterangan tahun jamak tak masalah.
“Sejak awal kami mengingatkan agar berhati-hati dalam penganggaran. Kalau tak hati-hati bisa jadi masalah hukum di kemudian hari. Karena urusan anggaran berpotensi masalah hukum,” kata Arief.  
Menurut politisi PKB ini, sebenarnya pembangunan MCC tak jadi polemik. Asalkan pemkot memiliki persiapan yang matang. Namun kenyataannnya menurut dia, pemkot tak  siap bangun MCC. “Istilahnya punya mimpi indah, tapi tak bisa wujudkan mimpi itu,” ujar politisi senior ini.  

Alokasi Anggaran Tak Rasional
Untuk diketahui, rencananya MCC akan dibangun di lahan sekitar kurang lebih 5.000 meter persegi. Rencananya dibangun delapan lantai. Menurut penelusuran Malang Post, anggaran Rp 125 miliar cukup besar jika dibandingkan dengan luasan tanah saat ini. Jika menggunakan perhitungan harga tanah per meter persegi Rp 9 juta, maka hanya butuh Rp 45 miliar untuk membangun MCC.
Sementara itu menurut data yang didapat Malang Post, anggaran Rp 125 miliar yang diusulkan Pemkot Malang meliputi lima item pekerjaan. Pertama pekerjaan persiapan Rp 63,4 Juta, kedua pekerjaan arsitektural Rp 47,2 miliar, ketiga pekerjaan struktural Rp 95,8 miliar. Sedangkan keempat pekerjaan mekanikal Rp 29,7 miliar. Terakhir pekerjaan landscape butuh  Rp 1,06 miliar. Jika ditotal semuanya sebesar Rp 185 miliar.
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, anggaran sebanyak itu dianggap kurang rasional. Utamanya jika dibandingkan dengan pembangunan lain yang lebih dibutuhkan seperti penyelesaian Jembatan Kedungkandang ataupun revitalisasi pasar-pasar tradisional yang mangkrak.  
Karena itulah saat sebelum dok APBD 2020, pembahasan dewan dan pemkot sempat deadlock soal MCC. Karena deadlock, maka APBD 2020 didok dengan catatan.
“Karena saat tim anggaran Pemkot Malang diminta menjelaskan detail soal DED, Amdal Lalin, serta pemaparan pengelolaan ketiganya tidak dapat dipastikan oleh pemda. Makanya sebelum pengesahan APBD 2020 kemarin, legislatif dan ekskutif membuat sebuah berita acara,” jelasnya.
Berita acara tersebut dijelaskan Made memuat poin-poin penting berkaitan dengan MCC. Dimana legislatif menegaskan merujuk pada KUA PPAS 2020, maka MCC dibangun dengan sistem single year dengan anggaran Rp 125 miliar.
Dengan anggaran itu, dalam berita acara anggaran ini harus dipakai dan MCC final dan dapat difungsikan. “Kemudian di berita acara juga ditambahkan jika akan ada tambahan atau pengurangan maka akan dikonsultasikan ke provinsi,” tegasnya.

MCC untuk Percepatan Ekonomi Kreatif
Rasionalisasi anggaran besar MCC dijelaskan Sekda Kota Malang Drs Wasto. Ia mengatakan MCC akan digunakan untuk wadah pemberdayaan 16 subsektor ekonomi kreatif. Yakni aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain produk, fashion, desain interior, desain komunikasi visual, seni pertunjukan, film, animasi dan video, fotografi, kriya dan kuliner. Selain itu musik, penerbitan, periklanan, seni rupa, televisi dan radio.
“Semuanya, 16 subsektor ini diwadahi di MCC. Maka delapan  lantai memang yang dibutuhkan sesuai dengan identifikasi kebutuhan,” ungkap pria yang gemar berolahraga lari ini.
Tidak hanya wadah dan ruang inkubasi bagi seluruh subsektor ekonomi kreatif, fasilitas penunjangnya pun akan dibuatkan di dalam gedung MCC. Di antaranya  ruang sekretariat subsektor, showroom, pusat perbelanjaan produk UKM, ruang presentasi atau pertunjukan, hall, balai kesenian, hingga bioskop untuk memutar kreasi film atau animasi.
Sebelumnya juga sempat terdengar di dalam gedung MCC akan dibuatkan semacam kolam renang penghias. Akan tetapi saat dikonfirmasi, Wasto mengatakan hal lain. “Tidak. Kolam renang saya sudah minta dihapus,” tegasnya.
Sumber lain Malang Post menyebutkan, anggaran pembangunan MCC Rp 125 m terdiri dari berbagai item. Rincian secara umum, Rp 121 miliar untuk konstruksi fisik. Sedangkan  sisanya Rp 4 miliar digunakan manajemen konstruksi, konsultan pengawas dan BOP.
Dijelaskannya sejak awal pembahasan, pembangunan gedung MCC di tahun 2020 menggunakan anggaran 125 miliar terlebih dahulu dari Rp 185 miliar. Ini sudah dijelaskan pada penyusunan KUA PPAS dengan DPRD periode PAW yang membahas kala itu.
“Pada waktu itu (pembahasan) Banggar DPRD sudah menanyakan mengenai kesanggupan di PUPR untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi gedung MCC senilai Rp 185 miliar yang fungsional dalam satu tahun anggaran di 2020,” katanya. “Tetapi dengan pertimbangan teknis masa pengerjaan yang selama setahun itu sangat sempit maka disepakati untuk penganggarannya sebesar 125 miliar terlebih dahulu dari 185 miliar,” sambung sumber Malang Post yang mengetahui pembahasan anggaran MCC. Masalahnya kata dia, informasi pembahasan dewan lama tak tersampaikan ke dewan yang baru. (ica/van)  



Loading...