MalangPost - Pembangunan Jembatan Kedungkandang Dimulai Bulan Ini

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Pembangunan Jembatan Kedungkandang Dimulai Bulan Ini

Senin, 01 Jun 2020, Dibaca : 1752 Kali

MALANG - Pembangunan Jembatan Kedungkadang akan dimulai Juni ini. Meski ditengah pandemi Covid-19, jembatan Kedungkandang yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk kelancaran  akses transportasi menjadi prioritas untuk diselesaikan tahun ini pembangunannya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Ir Hadi Santoso  mengatakan SPK (Surat Perintah Kerja) untuk proyek Jembatan Kedungkandang ini sudah dikeluarkan pada pertengahan Mei lalu. Akan tetapi masa pandemi datang menghadang maka sempat tertunda. Dengan berakhirnya masa PSBB dan arahan pembangunan tetap bisa dijalankan dengan protokol pencegahan Covid-19 maka proyek akan dikerjakan kembali.
"Syaratnya pekerjaan dilakukan tidak boleh lebih dari 30 orang. Dan bisa dilakukan seperti ini. Insya Allah Juni sudah mulai. Kami sudah melakukan pertemuan dengan Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Malang untuk merencanakan rekayasa lalin disana," papar pria yang akrab disapa Soni ini.
Proyek dengan nilai pagu anggaran Rp 64,5 miliar ini rencananya akan membutuhkan rekayasa lalu lintas agar tidak menimbulkan kepadatan atau kemacetan kendaraan. Dipastikan pengerjaan proyek ini akan membuat kawasan di jembatan di tutup total dari akses kendaraan.
Dalam rapat koordinasi dengan Dishub Kota Malang, pekan lalu, DPUPRPKP Kota Malang memberikan rencana atau skema lalin yang dibutuhkan. Dikarenakan akan ada penutupan total di kawasan jembatan, maka diperlukan jalur alternatif.
"Kami usulkan, apabila nanti harus menutup jalur jembatan maka ada beberapa alternatif yang bisa dipakai. Kalau tutup total, nanti Jalan Kedungkandang Gang 7 bisa digunakan karena akan tembus di kawasan Jalan Kyai Malik Dalam," papar Soni.
Jalur alternatif ini dapat digunakan baik pengendara yang berkendara dari arah utara ke selatan maupun dari selatan hendak ke utara. Penutupan total kawasan jembatan sangat diperlukan, karena ada proses pemasangan balok girder terbuat dari beton.
Proses pemasangan balok ini membutuhkan alat berat yang banyak dan besar. Jika dalam proses ini area jembatan masih dibuka maka akan sangat membahayakan bagi pekerja juga pengendara yang melintas. Maka penutupan total akan dilakukan saat pemasangan balok tersebut.
"Lama penutupan kawasan jembatan juga kita tidak bisa pastikan karena tergantung pekerjaan juga. Yang jelas saat pasang balok girder ini area harus steril. Hanya pekerja konstruksi saja yang disana," tandasnya.
Soni menambahkan ketika proses pemasangan balok girder selesai, maka jalur bisa dibuka akan tetapi hanya diberbolehkan roda dua saja yang bisa melintas.
Ia menjelaskan kembali, Jembatan Kedungkandang akan dibuat menggunakan konstruksi beton dengan panjang 330 meter dan lebar 14 meter. Jembatan Kedungkandang juga dibuat dengan konstruksi jembatan Kelas I, yakni dengan kemampuan menampung berat atau tonase kendaraan hingga 50 ton.
Jembatan lama nantinya masih tetap bisa dimanfaatkan, alias tidak dibongkar atau dihancurkan. Jembatan baru akan berada diatas jembatan yang lama. Jembatan lama masih dapat difungsikan untuk pengendara yang hendak putar balik.
"Target kami jembatan sudah selesai dibangun pada  Desember. Tetapi mengingat ada masa pandemi Covid-19 juga ada kemungkinan bisa lewat tahun 2020. Kami sudah bersurat juga dengan walikota minta izin jika pengerjaan lewat dari target," pungkas Soni.
Kemudian sebelum pembangunan Jembatan Kedungkandang dimulai sosialisasi dan rambu-rambu hingga pemberitahuan jalur alternatif akan dipasang. Untuk itu pula DPUPRPKP Kota Malang juga sudah melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat sekitar bahwa akan ada pembangunan jembatan Kedungkandang dan warga bisa mencari jalur alternatif saat proses pembangunan dimulai. (ica/adv/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina