Pelaku Penusukan Membela Diri, karena Kekasihnya Mau Disetubuhi

Minggu, 22 September 2019

Pelaku Penusukan Membela Diri, karena Kekasihnya Mau Disetubuhi

Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 1644 , halim, agung

MALANG - ZA, 17, pelaku penusukan terhadap Misnan alias Grandong, 35, warga Dusun Penjalinan Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, mengaku hanya membela diri. Warga Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi itu mengatakan bahwa dirinya terpaksa menusuk karena menjadi korban pembegalan.
"Saya hanya melakukan pembelaan saja, karena menjadi korban pembegalan," ucap ZA, di hadapan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Bagaimana kronologisnya sehingga terjadi penusukan yang berujung maut itu? ZA yang masih berstatus pelajar SMA itu kemudian menceritakan, pada Minggu (8/9) malam sekitar pukul 19.00, Ia melintas di sekitar lokasi. Dia berboncengan sepeda motor Honda Vario dengan kekasihnya berinisial V.
Ketika melintas, dia dihentikan oleh empat orang. Salah satunya korban Misnan. Setelah menghentikan, dua orang lalu pergi untuk berjaga. Sedangkan dua lagi, yakni Misnan serta temannya Ahmad, memeras ZA. Keduanya meminta ZA menyerahkan seluruh barang berharganya.
"HP saya dan pacar saya diminta. Termasuk motor saya juga akan dirampas," ujar ZA.
Tidak berhenti di situ saja, korban Misnan juga meminta ZA untuk menyerahkan kekasihnya, jika ingin selamat. Alasannya, Misnan ingin bercinta dengan kekasih ZA. Namun permintaan itu, oleh ZA tidak disetujui.
Akhirnya terjadi negosiasi antara ZA dengan Misnan. Karena takut, ZA mencoba menawarkan supaya HP saja yang diambil. Tetapi Misnan tetap ngotot ingin bersetubuh dengan kekasihnya.
Karena terpancing amarah, membuat ZA emosi. Dia lantas mengambil pisau yang ada di jok motor. "Saya ingat kalau di jok ada pisau, yang habis digunakan untuk prakarya di sekolah," tuturnya. Ketika Misnan berusaha memukul ZA inilah, akhirnya pisau yang dibawa tersebut ditusukkan ke dada kanan Misnan. Sekali tusuk, langsung membuat ZA dan temannya Ahmad kabur.
Begitu Misnan dan temannya kabur, ZA dan pacarnya lalu ikut kabur untuk mencari pertolongan. "Saya ketemu dua orang saat minta tolong. Tetapi bukannya ditolong, dua orang itu malah kabur. Ternyata mereka komplotannya," urainya.
Akhirnya, ZA yang ketakutan lantas pulang ke rumah. Ia lalu menceritakan kejadian yang dialaminya ke orang tuanya. ZA pun disarankan untuk menyerahkan diri sekaligus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.(agp/lim)



Loading...



MALANG POST - Senam