Pelaku Gendam Kuras Perhiasan dan Uang

Jumat, 18 Oktober 2019

Rabu, 18 Sep 2019, dibaca : 672 , halim, ira

MALANG – Pelaku tindak kriminal dengan modus gendam beraksi di wilayah hukum Polsek Singosari. Selasa (17/9) lalu, pelaku yang berjumlah tiga orang memperdayai Nuryatin, 66, warga Jalan Kertarejasa Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari. Akibatnya, nenek 14 cucu ini pun mengalami kerugian lebih dari Rp 100 juta. Didampingi suaminya Abdul Djalal, Nuryatin melaporkan kasus tersebut ke Polsek Singosari.
Aning Nurul Maisaroh, anak ketiga korban menceritakan, kejadian gendam itu terjadi pukul 12.30. Siang itu ada tiga pelaku datang ke toko milik korban. Ketiganya naik dua motor, salah satunya berboncengan. Dua pelaku turun, yaitu laki-laki dan perempuan. Semula keduanya ke toko klontong tersebut untuk membeli air mineral.
Namun sejak awal, dua pelaku ini sudah menunjukkan gelagat mencurigakan sejak awal. Mereka tidak hanya di toko, tapi masuk ke dalam rumah di ruang keluarga. Abdul Djalal, suami dari korban yang saat itu ada di ruang keluarga curiga. Tapi ia enggan untuk mengusir. Apalagi, saat itu pelaku yang perempuan juga hendak membeli barang-barang untuk keperluan lamaran. Ia melihat-lihat contoh pakaian dagangan milik Aning yang dipajang di ruang tamu rumah tersebut.
Baik Nuryatin dan Abdul Djalal kian percaya dan menepis kecurigaannya, setelah pelaku perempuan yang diduga berusia 32 tahun ini mengeluarkan uang Rp 300 ribu untuk membeli barang-barang.  Oleh sebab itu, saat pelaku meminta Abdul Djalal keluar membeli buku nota, bapak empat anak ini langsung setuju dan pergi.
Saat Abdul Djalal pergi inilah pelaku langsung beraksi. Pertama pelaku perempuan meminta korban melepaskan perhiasan yang dikenakannya. Dan saat itu juga korban melepaskan seluruh perhiasannya. ”Saat melepaskan perhiasan, ibu saya tidak sadar. Bahkan ibu memasukkan ke dalam plastik, sesuai yang diminta pelaku,’’ kata Aning. Meskipun tidak mengetahui rincian perhiasannya, tapi yang jelas saat itu ibunya menggunakan tiga kalung, lebih dari lima cincin dan perhiasan lainnya.
Tidak cukup hanya itu, pelaku juga masuk kamar, meminta ibu menunjukkan tempat menyimpan uang. Dan saat itu korban juga mengiyakan, membawa pelaku ke tempat penyimpanan uang. Setelah itu pelaku mengambil uang sekitar Rp 10 juta. ”Itu uang hasil menjual tanah,’’ tambah Aning.
Selain itu, pelaku juga membawa beberapa potong pakaian yang dijual di sebelah toko korban. ”Saat pelaku di kamar, bapak datang. Dan tidak lama kemudian, pelaku pamit pergi ke ATM, dengan alasan uangnya kurang,’’ tambah Aning.
Korban baru sadar jika dirinya menjadi korban gendam, setelah suaminya bertanya perhiasan yang dikenakan tidak ada semua. ”Bapak tanya cincin, gelang dan kalung ibu.Saat itulah ibu sadar dan mengatakan, jika seluruh perhiasannya dibawa kabur pelaku. Ibu langsung keluar rumah dan minta tolong,’’ katanya.
Menuru Aning ini bukan kali pertama ibunya menjadi korban kriminalitas. Beberapa bulan lalu rumah ibunya juga dibobol maling. Kerugian saat itu Rp 30 juta. ”Pelaku yang bobol rumah ibu sudah tertangkap. Dia di tahan sekarang. Harapannya pelaku gendam ini juga cepat ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal,’’ tandasnya.
Kapolsek Singosai Kompol Untung Bagyo Riyanto membenarkan adanya peristiwa itu. ”Laporan sudah diterima. Pelapor dan saksi yaitu suami korban juga sudah dimintai keterangan,’’ kata Untung. Dia juga mengatakan, pihaknya sedang menyisir CCTV di lokasi. ”Bukti-buktinya minim, hanya memiliki bekal ciri-ciri saja. Tapi kami tetap berusaha untuk dapat mengungkap perkara ini. Anggota saat ini juga sedang melakukan lidik, doa restunya saja, agar pelaku dapat cepat kami tangkap,’’ tandas Untung.(ira/lim)



Loading...