Pecinta Alam IPM Raih Prestasi

Jumat, 18 Oktober 2019

Rabu, 18 Sep 2019, dibaca : 378 , rosida, imam

SERIUS: Ketua Umum Mapalipma, Moh. Sholeh Sa'adilah bersama rekan satu organisasinya saat menjawab beberapa pertanyaan dari tim penilai lomba dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Dan Kemitraan Lingkungan.

 

MALANG - Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Malang (MAPALIPMA) baru saja menerima penghargaan sebagai ranking lima besar Lomba Wana Lestari Kategori Kelompok Pecinta Alam tingkat Nasional. Penghargaan tersebut diterima, Selasa (17/9) dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI.

Sebelumnya, di tingkat Provinsi Jawa Timur, UKM Mapalipma menjadi Juara 1 di Lomba Wana Lestari. Mahasiswa UKM Mapalipma berhasil merebut kembali gelar juara, setelah gelar tersebut diraih terakhir pada tahun 2014 silam.

Raihan juara 1 tingkat Jatim tersebut menjadi tiket bagi mereka untuk melaju ke tingkat nasional. Dan berhasil menduduki peringkat lima besar di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Mapalipma, Moh. Sholeh Sa'adilah merasa bersyukur dengan raihan prestasi di tingkat nasional.
"Kami senang bisa meraih lima besar di lomba Wana Lestari tingkat nasional, dan juara 1 di tingkat provinsi," ujarnya.

Ia mengaku di tingkat nasional organisasi kemahasiswaan yang dipimpinnya lemah di bidang dokumentasi. Sehingga poin yang didapat saat verifikasi kurang maksimal. Lomba Wana Lestari sendiri terdiri dari beberapa kategori. Antara lain penyuluhan kehutanan, pecinta alam, penyuluhan kehutanan swadaya masyarakat, dan kelompok tani hutan.

Proses penilaian dilaksanakan langsung oleh tim Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Dan Kemitraan Lingkungan. Poin yang dinilai berupa data-data yang berkaitan dengan administrasi, legalitas organisasi, Program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pengabdian masyarakat, keaktifan lomba, konservasi dan desa binaan.

"Saat verifikasi lapangan kekurangan kami berada di dokumentasi desa binaan. Kami tidak bisa menunjukkan dokumen resmi, padahal bina desa telah kami laksanakan dalam beberapa tahun terakhir," ucap Adi, menyayangkan.

Sementara poin tertinggi Mapalipma dari beberapa kriteria penilaian, yakni kegiatan konservasi dan administrasi. Adi mengungkapkan selama ini banyak kegiatan observasi yang telah dilakukan, sebagai upaya melestarikan lingkungan. Diantaranya di Taman Nasional Alas Purwo. Termasuk juga melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi konservasi di beberapa lembaga pendidikan.

Selain itu kata dia, mahasiswa Mapalipma aktif di berbagai lomba dan sering melaksanakan tugas pengabdian masyarakat. "Dalam konservasi kami banyak melakukan kegiatan. Karena sesuai dengan disiplin ilmu kami," ungkap mahasiswa asal Pacet Mojokerto ini.

Kelemahan UKM Mapalipma di lomba Wana Lestari kali ini menjadi PR untuk dilakukan perbaikan di waktu yang akan datang. Diantaranya memperkuat sistem informasi dan dokumentasi.

Para mahasiswa juga akan membangun kerja sama dengan instansi dengan lebih formal. Misalnya kerjasama yang tertuang dalam MoU, agar bukti dokumentasi lebih kuat. (imm/oci)



Loading...