MalangPost - Pasien Positif Sembuh Bertambah 10 Kasus

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Pasien Positif Sembuh Bertambah 10 Kasus

Senin, 01 Jun 2020, Dibaca : 1404 Kali

MALANG – Kabar baik untuk pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang. Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan 17 Mei 2020, kasus positif yang sembuh terus meningkat. Ada tambahan 10 kasus positif sembuh. Sekalipun jumlah kasus positif juga terus naik mencapai 77 orang.
“Saat awal PSBB ada 18 kasus positif sembuh. Tapi selama PSBB ada tambahan pasien yang sembuh. Tercatat pada Sabtu (30/5) ada 28 kasus positif sembuh,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Arbani Mukti Wibowo.


Dihubungi Malang Post, Arbani mengatakan bahwa pasien sembuh semuanya telah dinyatakan bebas atau negatif dari Covid-19. “Termasuk dua terakhir yang hasil swabnya kami terima Sabtu pagi sudah negatif,” tambah Arbani.
Pria yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Malang ini mengatakan, dua kasus positif yang sembuh adalah kasus nomor 52 dan 53.  Namun demikian, Arbani enggan menjelaskan identitas dua pasien sembuh tersebut, dan bagaimana keduanya terpapar. Menurut dia hasil swab terakhir kedua pasien sembuh tersebut negatif.
“Kasus nomor 52 dan 53 ini sejak awal kondisinya baik, tidak menunjukkan gejala. Keduanya juga menjalani isolasi rumah,” ucapnya.


Tetapi keduanya terus dilakukan pemantauan. Hingga akhirnya dilakukan swab kedua awal Mei lalu, hasilnya negatif. Dan pertengahan Mei lalu diambil swab ke tiga, hasilnya juga negatif. “Dari dua hasil swab yang menunjukkan negatif itulah kami kemudian memastikan dua pasien sudah sembuh,” urainya.


Kendati sudah dinyatakan sembuh, Arbani tetap mengimbau agar selalu hati-hati, agar tidak kembali tertulas Covid-19. Sebab sekalipun sembuh bukan berarti tidak bisa tertular lagi. Karenanya menggunakan masker dan selalu cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir juga tidak berkerumun.
“Tetap harus menjaga kesehatan. Kalau keluar rumah tetap harus menggunakan masker, sering cuci tangan dan tidak berkerumun supaya tidak tertular,” tandasnya.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika