Malang Post - Pansus Kawal Ranperda Yankes

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Pansus Kawal Ranperda Yankes

Minggu, 23 Feb 2020

MALANG – Pansus Ranperda Layanan Kesehatan (Yankes) DPRD Kabupaten Malang menegaskan bakal terus mengawal perjalanan regulasi ini agar disahkan di parlemen. Darmadi, dari Pansus Ranperda Yankes menyebut, bahwa sejatinya Ranperda digodok untuk membuka jalan bagi pelayanan kesehatan yang tidak diskriminatif.


Serta tidak memandang golongan, ras, serta kaya atau miskin. “Kami konsen sekali pengawalan Ranperda pelayanan kesehatan. Tujuannya, agar tidak ada lagi pasien yang ditolak di rumah sakit daerah di Kabupaten Malang, yaitu RSUD Kanjuruhan dan Lawang,” ujar Darmadi kepada Malang Post, Minggu (23/2).


Menurut politisi PDIP ini, pelayanan kesehatan yang non diskriminatif adalah keresahan dari para anggota pansus terhadap potensi penolakan pasien miskin oleh rumah sakit daerah. Sehingga, Darmadi berharap dorongan Ranperda Yankes di gedung rakyat ini bisa tembus hingga digedok sebagai aturan daerah.
“Tujuan utamanya melindungi hak pasien, untuk mendapatkan pelayanan di dua rumah sakit daerah, yaitu Lawang dan Kanjuruhan. Prinsipnya, semua harus terlayani, tak ada istilahnya rumah sakit menolak pasien, baik itu pasien miskin atau tidak mampu,” tandas Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang itu.


Darmadi merinci, Ranperda Yankes berawal dari adanya tumpang tindih dua perda yang sama-sama membahas soal kesehatan. Dalam perjalanan waktu, DPRD Kabupaten Malang menyepakati urgensi revisi Ranperda tentang layanan kesehatan, dan mengasimilasikan dua perda menjadi satu.
Sehingga, Pansus Ranperda Yankes dibuat sekaligus untuk menjawab keresahan masyarakat tentang kekhawatiran adanya penolakan pasien miskin di rumah sakit daerah. Dia mengatakan, seluruh isi dari Ranperda Yankes, bicara soal hak kewajiban rumah sakit, hak kewajiban pasien dan berbagai mekanismenya.
“Sedangkan, pembahasan tarif akan lebih ke teknis, akan lahir dengan Perbup, tidak dalam perda. Dari Perbup, akan turun menjadi petunjuk teknis yang bisa dipakai oleh rumah sakit dalam pelayanan kesehatan yang non diskriminatif dan menjangkau semua golongan,” tutup Darmadi. (fin/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...