MalangPost - Orok Bayi Gegerkan Warga Kebonagung

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Orok Bayi Gegerkan Warga Kebonagung

Senin, 01 Jun 2020, Dibaca : 3339 Kali

MALANG – Warga sekitar Dusun Karangsono, Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (1/6) siang heboh. Masyarakat geger dengan peenemuan orok bayi yang sengaja dibuang di sungai. Kejadian yang langsung viral inipun juga membuat netizen histeris.
Sebelum dievakuasi warga dan petugas, jasad bayi yang belum sempurna tersebut terkatung-katung di sungai. Tanpa terbungkus sehalai kain. Kondisi kulit tubuhnya juga sudah pucat pasi. Sepertinya sudah beberapa hari terbawa arus sungai.


Informasi yang dihimpun, peristiwa penemuan orok bayi terjadi sekitar pukul 12.00. Awalnya salah satu saksi warga sekitar sedang pergi ke sungai untuk buang hajat. Setiba di bantaran sungai, warga melihat ada benda mengambang. Seperti boneka berwarna pink. Namun setelah diteliti, benda tersebut bukanlah boneka melainkan orok bayi.
Warga panik dan langsung menghubungi pemangku desa yang disambungkan ke Polsek Pakisaji. Masyarakat berupaya mengevakuasi bayi ke pinggir sungai, sembari menunggu petugas untuk melakukan evakuasi. Usia dan jenis kelamin bayi itu belum diketahui. Sebab tubuhnya terlihat belum terbentuk secara sempurna.


Informasi soal penemuan orok bayi di Pakisaji meledak di media sosial. Warga Malang yang melihat postingan langsung mengutuki orangtua jabang bayi tersebut. Netizen mengamuk membaca unggahan terkait jabang bayi yang memang sengaja dibuang ke sungai oleh orangtuanya sendiri.
“Hewan saja ke anaknya masih punya rasa belas kasih. Yang kepingin punya saja menunggu lama sekali, lha ini kok bisanya dibuang-buang,” kicau Evan T dan Itta P, di grup medsos Facebook.


Polsek Pakisaji, menanggapi laporan dan langsung meluncur ke lokasi. Kapolsek Pakisaji AKP Triwik Winarni membenarkan hal ini. “Benar, ada peristiwa penemuan jenazah orok bayi,” kata Triwik kepada Malang Post, Senin (1/6).
Petugas melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi jenazah orok bayi diduga berusia 5-6 bulan itu ke kamar mayat RSSA Malang. Selain itu polisi juga menyelidiki pelaku pembuangan dengan menggali keterangan dari beberapa saksi.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira