Not To Be With You | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 19 Nov 2019, dibaca : 255 , Rosida, Genzi

KAMU udah terlalu sayang, tapi doi enggak…it hurts so bad…). Don’t worry, love will find you one day. Cinta tak berbalas emang sakit banget ya gengs, kamu udah sepenuh hati mendamba tapi tak sampai. Duh...)
Nasib ini juga pernah dialami Genzier asal Potekkes RS. Dr Soepraoen Tio Faradilah Arum. Ia sempat mengira hubungannya dengan si doi bakal fine-fine saja. Eh ternyata, ditinggal oleh si doi dan sudah mempunyai pacar lagi.
“Ketika dia liburan ke Bali, aku kira ada tugas ternyata sama temen-temen dan pacarnya. Hmm nyesel pernah tiap hari kasih perhatian, ngingetin salat, ternyata udah ada gandengannya. Cuman bisa doain aja, semoga segera sadar,” ujarnya sambil menahan kesal.
Seketika mengetahui bila mendapatkan fakta yang pahit, dirinya sebisa mungkin untuk melupakan. Serta berprinsip bahwa setiap orang mempunyai takdirnya masing-masing.
“Enggak pernah hubungin dia lagi. Dia sudah bahagia sama yang baru. Saya juga perlu bahagia, tapi nggak sama dia. Cukup doa aja sebagai pengantar langkahnya,” tutupnya.
Lalu ada juga nih Tassa Gabriella, genzier asal kampus Universitas Merdeka Malang ini mengaku memang hal yang menyakitkan ketika cinta bertepuk sebelah tangan. At least, ketika menyadari bahwa si doi udah nggak memungkinkan untuk dirinya lagi. Dirinya mencoba untuk mengikhlaskan dan tidak perlu menunjukkan kesedihan.
"Tentunya mencoba untuk bisa mengihklaskan, jodoh itu sebenarnya kemana-mana sebelum akhirnya menetap pada satu tempat. Let it flow, tak perlu terlalu memasang raut muka sendu sembilu. Ada cinta lain yang menunggu dan buat mereka bertanya-tanya mengapa kamu masih kuat," ujarnya ketika diwawancarai oleh kru Genzi.
Terkadang dengan adanya penolakan bisa membuat seseorang menjadi minder, karena merasa diri ada kekurangan. Namun, jangan terlarut dalam kegundahan yang berkepanjangan. Ambil sisi positifnya untuk memperbaiki langkah kedepan. Saatnya untuk berfikir ulang, apakah diri kita ingin menghabiskan masa hanya menjadi seorang yang bernasib bertepuk sebelah tangan? Atau ingin bergerak untuk menemui pasangan sejatimu yang membalas cintamu dengan sepadan?  So kamu sendiri yang bisa menentukan, supaya bisa menjadi individu yang bebas dan tidak terkekang.  Goodbye, my hopeless dream I'm trying not to think about you.... (*/oci)



Selasa, 03 Des 2019

Mari Saling Menguatkan

Minggu, 01 Des 2019

Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Minggu, 01 Des 2019

Mengelola stres ketika UAS

Loading...