MalangPost - Ngamen Sambil Bawa Celurit

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Ngamen Sambil Bawa Celurit

Senin, 27 Apr 2020, Dibaca : 25614 Kali

MALANG – Sebuah video mendadak viral di media social Facebook, Senin (27/4). Seorang pengamen tampak mengayun-ayunkan celurit di tengah jalan desa. Masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas terpaksa berhenti. Warga panik dan takut menjadi sasaran pria tersebut.
Dalam video tersebut, pria itu memakai topi,dan membawa tas. Tangan kirinya ada gitar kentrung. Sementara tangan kanannya memegang celurit. Beberapa warga terlihat turun dari motor lalu meminta pria tersebut untuk menyerahkan celuritnya.


Tetapi pria tersebut menolak. Celurit yang dibawanya dimasukkan dalam tas. Tak lama setelah celurit dimasukkan tas, warga langsung merampas tasnya. Kejadian itu oleh warga diklaim terjadi di Kecamatan Kromengan.
“Kejadian sebenarnya bukan di Kromengan, tetapi di Wonosari,” ujar Kapolsek Kromengan AKP Sapto Siswahyudi.


Kanit Reskrim Polsek Wonosari Ipda Yoni Pribadi dikonfirmasi membenarkan. Dikatakannya bahwa pria tersebut adalah orang dengan gangguan jiwa. Pria tersebut bernama Gunadi alias Robot, 40, warga Desa Kebobang, Wonosari.
“Dia orang dengan gangguan jiwa, yang dibawa bukanlah celurit, tapi sabit yang biasa dipakai ke sawah. Dia sebenarnya sering berjalan di kawasan tersebut, tapi karena membawa sabit, akhirnya diamankan masyarakat dan dibawa ke Polsek Wonosari,” terang Yoni.


Setibanya di Polsek Wonosari, Polisi berupaya mencari keterangan dari Gunadi. Tapi karena dalam kondisi gangguan jiwa, pihak penyidik langsung mencari keluarganya. Dari keterangan pihak keluarga diketahui bahwa Gunadi baru saja kehabisan obat dan pernah dirawat di RS Jiwa Lawang.
“Yang bersangkutan sudah kami serahkan pada keluarga dan perangkat desa. Kemudian kami sarankan untuk dibawa ke RS Jiwa Lawang,” ucap mantan Kanitreskrim Polsek Ngajum.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira