Mudik Imlek, China Waspada Penyebaran Virus Corona | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Mudik Imlek, China Waspada Penyebaran Virus Corona

Sabtu, 18 Jan 2020,

CHINA - Menjelang Tahun Baru Imlek, sekitar tiga miliar penduduk China diperkirakan akan mudik ke kampung halaman. Ritual ini menjadi proses migrasi manusia terbesar di dunia, di tengah ancaman merebaknya virus corona yang menyebabkan pneumonia jenis baru.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (17/1), Kementerian Perhubungan China mengatakan warga yang ingin mudik menggunakan moda transportasi kereta api dan pesawat melonjak tajam sebelum perayaan Imlek yang jatuh pada 25 Januari.
Kendati demikian, pemerintah China saat ini juga sedang mengantisipasi merebaknya wabah pneumonia di kawasan tengah. Sampai saat ini tercatat ada 41 orang terpapar virus corona di Kota Wuhan. "Meluasnya penyebaran virus tersebut kemungkinan bisa menyebabkan di antara masyarakat, terutama di daerah yang akan dipadati masyarakat dalam Festival Musim Semi," kata pakar dari Kementerian Perhubungan China, Wang Yang.
Wang mengatakan mereka akan menempatkan alat pindai suhu tubuh di setiap bandara, stasiun dan terminal untuk mencegah penyebaran virus itu semakin meluas. Puncak masa mudik diperkirakan antara 10 Januari sampai 24 Januari. Sedangkan masa arus balik kemungkinan akan terjadi sampai 18 Februari. Seperti di Indonesia, mudik saat Imlek akan menjadi ajang reuni keluarga baik bagi mereka yang bekerja di kota besar atau di luar negeri.
Virus baru dari keluarga yang sama dengan patogen SARS yang mematikan dapat menyebar di antara anggota keluarga. Hal ini diungkapkan oleh pihak berwenang China sekaligus mematahkan anggapan sebelumnya bahwa penyakit ini tidak akan menyebar antar-manusia.
Wabah itu, yang telah menewaskan satu orang, telah menimbulkan kekhawatiran karena kaitannya dengan SARS (Sindrom Pernafasan Akut Mendadak), yang menewaskan 349 orang di Cina daratan dan 299 lainnya di Hong Kong pada 2002-2003.
Salah satu dari 41 pasien yang dilaporkan di kota itu mungkin telah terinfeksi oleh suaminya, komisi kesehatan Wuhan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
Pada konferensi pers beberapa hari lalu, setelah perjalanan pencarian fakta ke Wuhan, pejabat kesehatan Hong Kong juga mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan meskipun tidak ada "bukti pasti". Sejauh ini belum ada bukti penularan virus dari manusia ke manusia di balik wabah Wuhan, tetapi komisi kesehatan mengatakan kemungkinan "tidak dapat dikecualikan."
Komisi kesehatan mengatakan bahwa seorang pria yang bekerja di pusat wabah yaitu pasar ikan Wuhan sudah didiagnosis terkena penyakit tersebut. Namun istrinya juga didiagnosis dengan penyakit tersebut meskipun dia melaporkan tak pernah ke pasar tersebut.
Dr Chuang Shuk-kwan, dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, mengatakan ada dua kasus kelompok keluarga di antara kasus-kasus yang tercatat di Wuhan, termasuk suami dan istri dan antara ayah, putra, dan keponakan yang tinggal bersama. Namun, ia mengatakan dokter percaya ketiga pria itu kemungkinan besar terpapar virus yang sama di pasar.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengeluarkan peringatan "Awas" Level 1 untuk pelancong ke Wuhan setelah pasien didiagnosis di Thailand, mengatakan mereka harus melakukan tindakan pencegahan normal dan menghindari kontak dengan hewan dan orang sakit.
Komisi kesehatan Wuhan mengatakan bahwa sebagian besar pasien yang didiagnosis dengan virus adalah laki-laki, dan banyak yang berusia setengah baya atau lanjut usia. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : cni

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...