Malang Post - Motor Aremania Dibakar Bonek , Jalan dan Sawah Jadi Medan Perang

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Motor Aremania Dibakar Bonek , Jalan dan Sawah Jadi Medan Perang

Rabu, 19 Feb 2020

BLITAR - Suasana panas terjadi di Kota Blitar ketika pertandingan Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion M. Soeprijadi, Selasa (18/2) sore ini. Suporter yang diduga dari kelompok Bonek melakukan pembakaran sepeda motor di Jalan Kali Brantas atau yang lebih dikenal Dawuhan dekat Dimoro itu. Sepeda motor yang dibakar tersebut milik suporter Aremania dan juga warga.
Keadaan ini bermula ketika massa suporter berusaha melewati area penjagaan di wilayah Kepanjenkidul yang merupakan daerah ring 2 pengamanan, berusaha masuk mendekati Jalan Kelud atau di area Stadion Moch. Soeprijadi.
Massa kemudian melakukan pembakaran ban, yang berlanjut pada sepeda motor. Namun, petugas keamanan hingga saat ini masih menginventarisir jumlah sepeda yang dibakar dan kerugian lainnya.
Bentrokan antara suporter Persebaya dan Arema terkonsentrasi di beberapa titik sekitar Stadion Moch. Soeprijadi. Konsentrasi massa suporter terlihat saling bergerombol untuk berhadap-hadapan satu sama lainya. Bahkan, areal persawahan tak luput jadi ajang pertempuran akibat fanatisme kedua belah pihak suporter.
Berdasarkan pantauan terlihat konsentrasi massa suporter Persebaya (Bonek) berada di sisi barat jalan utama menuju lokasi wisata Sumber Udel. Beberapa bentrokan terjadi di sepanjang jalan Kali Brantas tersebut sebagai titik awal massa Bonek berkumpul untuk menyuarakan dukungan. Sepanjang Jl Kalibrantas, konsentrasi massa Bonek terus bertambah. Dari pantauan lapangan, jumlah massa mencapai ribuan.
Salah satu warga setempat, Wawan mengatakan jika suporter Bonek sudah berkumpul sejak pagi jam 09.00 WIB. Menurut pengamatan Wawan, terlihat beberapa suporter yang mengenakan baju identitas Persebaya meminta makan ke sejumlah pedagang. Selain itu, mereka juga meminta sejumlah uang pada pengendara yang lewat di sekitar traffic light Jl Kali Brantas.
“Yang saya lihat mas sejumlah suporter meminta makan dan uang pada pengguna jalan,” terangnya.
Di sisi lain, suporter Arema juga bergerak dari arah Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul. Massa Arema bergerak menyisir menuju Jl Kali Brantas melalui pemukiman warga. Pertemuan awal bentrokan antara suporter terlihat di sekitar traffic light jl Kalibrantas atau biasa di sebut pertigaan Dimoro. Massa konsentrasi supoter Bonek terlibat insiden kebakaran sejumlah sepeda motor. Sedangkan dari sisi utara pertigaan Dimoro massa Arema juga bergerak, saling lempar batu dan pentungan tidak dapat terhindarkan.
Usai bentrok sekitar perempatan Dimoro, massa Arema bergerak ke timur menuju lapangan futsal Moreno. Di lokasi yang sebagian besar areal persawahan ini, bentrokan kembali terjadi. Imbasnya tanaman padi yang baru ditanam ludes dan rusak parah.
“Ini yang dari selatan suporter Persebaya dan yang dari utara suporter Arema,” cerita Dodik di lapangan Moreno.
Bentrokan baru mereda selepas hujan lebat. Massa masing-masing suporter menarik diri dari areal persawahan. Massa suporter Bonek bergerak kembali menuju jl Kalibrantas. Sedangkan massa suporter Arema bergerak menuju kelurahan Bendo.


Bonek Bubar Kena Gas Air Mata
Selain itu gas air mata dilepaskan aparat kepolisian setelah massa pendukung Persebaya Surabaya mencoba menyerang aparat yang berjaga di utara Stadion Soeprijadi Kota Blitar. Di Jalan Ciliwung, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, massa dan aparat sempat saling baku hantam. Bentrok terjadi setelah sejumlah bonek memaksa masuk area stadion dan dihalau aparat.
Dari pantauan, adu fisik berlangsung saat pertandingan di dalam stadion memasuki injury time di mana hasil sementara 4-2 untuk keunggulan Persebaya Surabaya.  Entah siapa yang memulai, massa yang murka kemudian melempari aparat dengan batu dan kayu. Di tengah guyuran hujan, bebeberapa kali tembakan gas air mata dilepaskan ke udara.

Beruntung, situasi chaos berhasil dikendalikan dan situasi kembali kondusif. Sementara sejumlah bonek yang merasa perih akibat gas air mata, bersama-sama mengoleskan pasta gigi di pelupuk mata. "Perih mas," kata Fauzi salah satu bonek yang terkena gas air mata
Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
 “Kami sungguh menyayangkan bentrokan tersebut, karena kami sudah berusaha menghalau dan memfasilitasi kedua suporter tersebut. Namun kedua pihak ambil jalan memutar, akhirnya bertemu dan bentrokan pun terjadi,” kata Kapolres Leonard M Sinambela, Selasa (18/2).
Petugas menginventarisasi apa yang saja yang rusak di lokasi, sesuai data sekitar 11 kendaraan terbakar. Leonard berharap berharap situasi kembali aman, dan tetap berjalan kondusif. Sehingga tidak menimbulkan korban. Pihaknya memastikan akan terus berupaya mengamankan wilayahnya.
Untuk diketahui penunjukan stadion untuk laga semi final Piala Gubernur Jatim 2020 itu sesuai keputusan Polda Jatim dengan pertimbangan keamanan dan kondusivitas wilayah. Bahkan Polresta Blitar sudah menerjunkan ratusan personelnya.

Bonek Bawa Keris Diamankan
Aparat Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, yang mengamankan pertandingan Persebaya melawan Arema FC, menangkap seorang suporter Bonek, karena membawa senjata tajam jenis keris.
"Kami amankan satu suporter dari Bonek asal Blitar. Yang bersangkutan membawa senjata tajam jenis keris untuk mengamankan diri," kata Wakil Kepala Polresta Blitar Kompol Nurhalim di Blitar, Selasa, 18 Februari 2020.
Persebaya dan Arema FC berhadapan di semifinal Piala Gubernur Jatim. Untuk mengurangi gesekan antar-pendukung, pertandingan digelar tanpa penonton di Blitar sore ini.
Nurhalim mengatakan dari hasil interogasi sementara, senjata itu memang sengaja dibawa untuk mengamankan diri jika bertemu dengan anggota  Aremania. Untuk saat ini, yang bersangkutan sudah dibawa ke Mapolresta Blitar, guna pemeriksaan lebih lanjut.
Ratusan suporter dari kedua tim yang akan bertanding baik Persebaya Surabaya maupun Aremania sudah mulai berdatangan ke Kota Blitar. Padahal, pertandingan yang digelar di Stadion Supriyadi, Kota Blitar tersebut digelar tanpa penonton.
Suporter berdatangan baik dengan sepeda motor  maupun kereta api. Polisi juga berjaga di Stasiun Kota Blitar, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Massa sempat berkerumun di Jalan Kelud, Kota Blitar. Mereka sempat memaksa masuk ke jalur menuju stadion. Namun, polisi membuat barikade dan tidak mengizinkan mereka untuk masuk. Polisi meminta agar mereka pulang, karena pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 itu digelar tanpa penonton.
Para suporter Arema memadati PIPP Kota Blitar. Mereka mayoritas naik sepeda motor membentuk konvoi, menuju ke stadion. Namun, oleh polisi dihadang dan dimasukkan ke area parkir di PIPP Kota Blitar.
Sejumlah jalur menuju titik masuk ke Stadion Supriyadi, Kota Blitar juga sudah ditutup oleh petugas. Polisi juga melakukan pengamanan secara berlapis, mencegah suporter masuk ke dalam area stadion.
Hingga kini, para suporter yang sudah datang ke Blitar masih bertahan. 
Polisi juga menerjunkan K9 untuk ikut membantu pengamanan. Ada sekitar empat ekor anjing.
Pemenang pertandingan Persebaya dengan Arema FC sudah ditunggu Persija di final. Tim Jakarta itu di semifinal mengalahkan Madura United.(jpg/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : jpg

  Berita Lainnya





Loading...