Malang Post - Minimal Tiga Paslon

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Minimal Tiga Paslon

Minggu, 23 Feb 2020

MALANG – Pakar politik FISIP UB, Wawan Sobari SIP MA PhD memprediksi setidaknya akan ada tiga pasangan calon yang akan bertempur di Pilkada 2020 Kabupaten Malang. Setelah Heri Cahyono-Gunadi Handoko maju dari jalur independen, dan PDIP menjatuhkan rekom pada HM Sanusi-Didik Gatoto Subroto, poros tengah diprediksi bakal lahir.
“Saya memprediksi, setidaknya akan ada tiga pasangan calon yang akan maju. Sangat dimungkinkan, PKB akan gandeng dengan Golkar untuk maju,” ujar Wawan kepada Malang Post, Sabtu (22/2). Menurut Wawan, situasi politik Kabupaten Malang mulai menghangat dengan deklarasi paslon independen dan terbitnya rekom PDIP.


Poros tengah yang lahir dari partai penguasa parlemen, hampir pasti harus mempertimbangkan kekuatan PDIP sebagai peserta Pilkada 2020. Sebab, PKB misalnya, tidak butuh koalisi untuk mencalonkan pasangan, tapi disebut Wawan, membutuhkan koalisi untuk mengimbangi PDIP yang mengusung petahana.
Dari sudut pandang praktis, Wawan mengakui, partai-partai penguasa parlemen, bisa saja langsung menempel kepada PDIP, dan menyatakan dukungannya kepada HM Sanusi. “Tidak mustahil, tapi kalau itu terjadi, mereka harus terima bahwa calon bupati dan wakil dari PDIP, sudah tak bisa dinegosiasi,” tandasnya.


Bagi calon partai pendukung petahana, suara mereka hanya akan didengar sebagai gagasan dan masukan, namun eksekutor program tetap menjadi hak paslon PDIP apabila menang. Sebaliknya, bila partai penguasa parlemen seperti PKB dan Golkar tidak mau menempel kepada PDIP, koalisi adalah solusi.
Secara khusus, Wawan mengapresiasi Sam HC, sebutan untuk Heri Cahyono yang berani maju sebagai calon independen bermodal jargon Malang Jejeg. Karena, menurut Wawan, kemunculan Sam HC sebagai calon independen, adalah pembuktian adanya pilar demokrasi di Kabupaten Malang, yang tak harus direpresentasikan oleh partai.
“Saya secara pribadi berterimakasih kepada calon independen. Karena, untuk mengumpulkan 6,5 persen suara dari total DPT sebelum mendaftarkan diri ke KPU, itu berat dan tidak mudah. Terimakasih pada Sam HC, karena dengan idealismenya, menawarkan gagasan baru,” sambung Wawan.


Sementara itu, pakar politik FISIP UMM, Dr Wahyudi MSi, menegaskan, dari sudut pandang masyarakat,seharusnya hanya perlu ada tiga pasangan calon yang maju di Pilkada 2020. Sebab, dia secara pribadi tidak berharap ada putaran kedua dalam Pilkada 2020 Kabupaten Malang. Dia merasa satu kali coblosan sudah cukup menghabiskan banyak anggaran.
“Cukup tiga pasangan calon saja kalau menurut saya. Tapi, nanti tergantung PKB, apakah akan memunculkan paslon sendiri, karena dia bisa mencalonkan setelah memenuhi persyaratan kursi di DPRD. Serta, partai lain, langsung gabung koalisi, antara dengan PDIP atau PKB,” rinci Wahyudi.


Golkar yang kemungkinan mengangkat Siadi sebagai calon, jelas harus menggandeng partai lain untuk memenuhi persyaratan maju. Karena sinyal Siadi maju sebagai calon di Pilkada 2020 sangat kuat, cukup sulit bagi Golkar untuk menempel kepada PDIP yang telah mengusung Sanusi-Didik.
“Menurut saya, akan ada manuver dari Golkar, supaya calonnya mendapat dukungan dari PKB struktural. Sementara, demi memperkuat posisi, PDIP sangat mungkin merayu partai lain untuk bergabung koalisi,” tutup Wahyudi.(fin/ary)

Editor : Redaksi
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...