Menjadi Penerus Itu Tidak Mudah | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 28 Okt 2019, dibaca : 591 , bagus, kris

Gideon Andhika Satrio, Direktur Operasional Kusuma Agrowisata Batu adalah sosok yang humble. Ia anak pertama dari owner Kusuma Agrowisata Batu Edy Antoro, yang telah membangun dan mengembangkan bisnis di bidang agrowisata, hotel, estate hingga industri minuman dan ekspor sayuran.

   Baca juga : Maju Pesat karena Dibully
Usianya muda, menginjak 32 tahun. Dion sapaan akrabnya, tak ingin menjadi bayang-bayang ayahnya. Ia ingin menjadi diri sendiri dengan ide dan inovasi yang dimiliki. Agar bisa mempertahankan dan mengembangkan Kusuma Agrowisata Batu puluhan tahun ke depan.

Malang Post berbincang secara eksklusif dengan Dion. Satu kalimat yang ditegaskan, yang terpenting dalam setiap pengambilan keputusan, komunikasi adalah yang utama.  

   Baca juga : Suarakan Milenial di Legislatif

Anak pertama dari tiga bersaudara keluarga Edy Antoro ini mengungkapkan, bahwa mengawali maupun meneruskan sebuah bisnis keluarga yang dikatakan telah sukses, bukanlah hal mudah. Menurutnya ada dua tantangan yang harus dilalui. Pertama adalah tantangan internal. Kemudian adalah eksternal.
"Dua tantangan itu yang harus bisa dilalui dalam menjalankan sebuah bisnis," ujar Dion kepada Malang Post, Minggu (27/10) kemarin.

Laki-laki kelahiran Malang, 27 November 1987 ini menceritakan, jika melanjutkan bisnis keluarga ada tantangan internalnya.
"Melanjutkan bisnis orang tua tidak semudah seperti orang membuka usaha baru. Kita harus meneruskan budaya yang terbentuk di perusahaan itu. Belum lagi ada banyak ekspetasi bahwa seorang penerus harus sama dengan orang tua," bebernya.

Kata dia, semua permasalahan tersebut bisa teratasi. Karena ia selalu komunikasi dan koordinasi dalam setiap permasalahan hingga pengambilan keputusan. Sehingga setiap ide atau inovasi baru yang akan terapkan, perusahaan akan berjalan dan berkembang dengan baik.

Begitu juga dengan faktor eksternal, yang menjadi tantangan adalah banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan setiap tahunnya. Apalagi Kota Batu mencanangkan sebagai destinasi wisata, yang secara otomatis banyak investor datang untuk berlomba dan berkompetisi membuat destinasi wisata baru.

"Ini merupakan tantangan eksternal bagi kita agar tetep eksis dan bersaing di Kota Batu dengan usia Kusuma Agrowosata Batu yang sudah tua. Belum lagi tantangan juga ada di bidang lainnya seperti hotel dan bidang usaha lainnya," papar suami dari Jevicca Shiabella ini.

Untuk itu, lanjut dia, pemanfaatkan teknologi menjadi hal yang tak bisa dipungkiri. Mulai dari penerapan teknologi untuk promosi, hingga rencana untuk membuat aplikasi yang berhubungan dengan lini usaha Kusuma Agrowisata. Sehingga masyarakat lebih dimudahkan dan mengenal lebih luas.

Ia menerangkan, di Kusuma Agrowisata memiliki empat divisi. Mulai dari divisi real estate dan industri. Dua divisi ini di luar wisata. Sehingga program dalam setiap pembuatan program harus dari luar.

Namun sejak dirinya masuk dalam perusahaan tahun 2010 lalu. Tepat di usianya yang masih 23 tahun setelah ia lulus kuliah dari RMIT University, Melbourne, Australia.

"Karena saya jurusan IT waktu kuliah. Saya masuk awal dipercaya untuk memimpin di Dept IT. Saya mulai pimpin tim programmer hingga desain grafis. Hingga saat itu pula kami develop program sendiri," paparnya.

Selain divisi real estate dan industri sari apel Sipplah, Kusuma Agrowisata juga memiliki Divisi  Perhotelan (Hospitality) dan Pariwisata (Tourism). Kemudian ada juga Divisi Trading buah, sayur, dan alat pertanian organik.

Sementara saat ditanya apa inovasi 10 tahun ke depan, ayah satu anak ini menegaskan, dengan core bisnis di bidang pariwisata pihaknya akan fokus ke wisata alam. Apalagi Kusuma Agrowisata sebagai pelopor wisata agro kali pertama di Indonesia.

"Wisata agro adalah kekuatan dan yang telah membuat kita besar. Rencana kita 10 tahun ke depan fokus pengembangan wisata agro. Karena wisata agro atau alam adalah sesuatu yang dicari wisatawan. Beda dengan wistaa buatan yang cepat membosankan," tuturnya.

Sebagai generasi muda yang telah diberi kepercayaan, Dion mengungkapkan Hari Sumpah Pemuda sangat penting. Menurutnya, anak-anak muda berkesempatan secara bersama-sama sebagai sebuah bangsa dan negara unutk memajukan Indonesia.

"Di Kusuma Agrowisata Group sendiri. Kami berkesempatan untuk bekerjasama dengan banyak pihak, baik itu staff maupun pihak-pihak lain. Di situ adalah kesempatan kita untuk bisa bahu membahu, bersatu, bersama-sama membangun Indonesia tanpa membeda-bedakan apapun," pungkasnya.(eri/ary)



Minggu, 01 Des 2019

Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS

Minggu, 01 Des 2019

Jangan Diskriminasi ODHA

Loading...