Memimpin Orang-orang Hebat Kuncinya Komunikasi

Rabu, 16 Oktober 2019

Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 425 , Rosida, Imam

"Saya bukanlah orang paling hebat di kampus ini. Maka saya harus menghimpun kekuatan dari orang-orang hebat di sekitar saya....."

Demikian diungkapkan Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS., Rektor Universitas Brawijaya.
Baginya, prinsip yang harus dipegang teguh seorang pemimpin adalah komunikasi. Menjalankan tugas kepemimpinan dengan landasan komunikasi yang bagus merupakan strategi jitu mencapai kesuksesan.
Sebab dalam menjalankan roda organisasi seorang pemimpin tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partner atau rekan kerja yang sama-sama berkeinginan untuk maju bersama.
Nuhfil mengatakan, kepemimpinan merupakan amanah. Maka harus dilaksanakan sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab.
"Kalau memimpin dengan baik maka tidak akan bermasalah. Jangan sampai jadi pemimpin dengan cara mementingkan diri sendiri," katanya.
Ia menuturkan, salah satu tip suksesnya  dalam memimpin yakni mengerjakan segala sesuatu dengan hati yang ikhlas. Prinsip mengabdi harus tertanam kuat dalam hati agar dalam melaksanakan tugas tidak ada beban.
"Jangan berpaling dari orang sekitar kita, himpun kekuatan yang ada dan kerjakan tugas dengan tulus dan ikhlas," tuturnya.
Menjadi pimpinan di perguruan tinggi yang besar, bukanlah tugas yang mudah. Yang dipikirkan tidak hanya satu atau dua bidang saja. Tapi seluruh bidang. Termasuk urusan sumber daya dosen.
Oleh karena itu, Nuhfil tak henti-hentinya memotivasi dosen Universitas Brawijaya untuk terus mengembangkan kompetensi mereka. Menjadi seorang guru atau dosen merupakan profesi yang mulia.
Ia mengibaratkan, antara guru dan pedagang ada satu perbedaan yang mendasar. Keduanya mempunyai makna filosofi yang berseberangan. "Kalau pedagang, ilmu yang diberikan kepada orang lain hanya sedikit, karena takut ditiru. Sementara guru, semakin banyak ilmu yang diberikan semakin bertambah luas ilmunya," terang Nuhfil.
Terlepas dia seorang rektor, Nuhfil mempunyai rasa bangga karena telah sukses menjadi seorang dosen. Buktinya tidak sedikit mahasiswa yang ia ajar menjadi orang-orang penting. Termasuk di lingkungan Universitas Brawijaya sendiri.
"Saya bangga kalau mahasiswa saya sukses. Hampir semua dekan disini adalah murid saya," ungkapnya.
Kepada para dosen ia mengimbau agar terus berupaya mengembangkan kemampuannya sebagai dosen profesional. Salah satunya dengan rajin melakukan penelitian. Apalagi meneliti merupakan salah satu kewajiban dosen dalam memenuhi tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia mencontohkan dirinya saat dulu menjadi dosen. Nuhfil mengaku tidak pernah satu kali pun proposal penelitiannya ditolak oleh Menristek Dikti (dulu Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI). "Karena saya melakukan itu dengan sungguh-sungguh. Dan penelitian merupakan salah satu penghasilan saya, karena gaji dosen saat itu masih kecil," imbuhnya.
Atas reputasinya tersebut, tidak jarang ia dipercaya oleh dosen-dosen senior dan profesor, untuk menjadi partner dalam melakukan penelitian. Semakin ia dekat dengan orang-orang hebat semakin bertambah juga ilmu dan pengalaman yang didapatkannya. "Agar menjadi hebat kita harus bersama orang-orang hebat," tandasnya.
Ia menambahkan, tip lain untuk menjadi hebat harus memiliki jaringan yang luas. Mendampingi para profesor membuatnya banyak kenalan. Dengan begitu, bisa mengasah kemampuan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. "Networking itu penting untuk menjadikan diri kita semakin hebat," tukasnya.
Kendati demikian, pria yang memiliki hobi membaca ini menegaskan, ukuran utama orang hebat adalah karakter. Moral menjadi poin pertama dan menjadi syarat utama menjadi sukses.
Ia memaparkan, kriteria seseorang untuk meraih sukses antara lain memiliki moral yang baik, menguasai Ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai etos kerja yang tinggi, berjiwa entrepreneurship dan menguasai bahasa asing. (imm/oci)



Loading...