Masih Ada Waktu Usulkan Wabup

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 738 , bagus, agung

MALANG - Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, masih memiliki kesempatan didampingi wakil bupati (Wabup). Waktunya 15 - 30 hari sejak penetapan sebagai bupati definitif Selasa (17/9) lalu, untuk mengusulkan calon Wabup. DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Malang sudah menyiapkan kader terbaik.
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto menegaskan nama Wabup bisa segera diusulkan, Rabu (18/9).
"Masih ada waktu dan bisa untuk didampingi Wabup. Tinggal menunggu siapa calon yang diusulkan," ujar Didik Gatot Subroto.
Menurut Didik, kesempatan Sanusi didampingi Wabup, berdasarkan surat dari Gubernur Jatim ke DPRD Kabupaten Malang. Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa kekosongan Wabup bisa diisi jika sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan, terhitung sejak kosongnya jabatan.
Sementara, kekosongan Wabup sejak pengambilan sumpah dan pelantikan Sanusi sebagai Bupati Malang Selasa (17/9), terhitung persis 18 bulan. Sebab, masa jabatan Bupati Malang periode 2016 - 2021, habis pada tanggal 17 Februari 2021.
"Atas dasar surat tersebut, hari ini langsung saya sampaikan ke Bupati Malang, dengan tembusan partai politik (Parpol) pengusung. Waktunya 15 - 30 hari sejak Pak Sanusi dilantik sebagai Bupati Malang definitif," tutur Didik.
Mekanisme pengusulan Wabup, lanjut Didik, berdasarkan ketentuan pasal 176 Undang-undang nomor 10 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
Dalam aturan tersebut, calon Wabup diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol pengusung. Dua nama calon Wabup yang dipilih, oleh Parpol akan disampaikan ke Bupati Malang. Selanjutnya, Bupati Malang mengusulkan ke DPRD Kabupaten Malang.
"Selanjutnya, kewajiban DPRD atas usulan itu, untuk segera melakukan rapat Paripurna. Kemudian dari dua calon Wabup yang diusulkan tersebut, akan dipilih secara internal oleh anggota DPRD," jelas politisi PDI Perjuangan ini.
Apakah sejauh ini usulan untuk calon Wabup sudah masuk? Didik mengatakan masih belum ada usulan dari Parpol. Ia berharap baik Bupati Malang ataupun Parpol pengusung, segera mengusulkan dua calon Wabup.
Lantas siapa saja Parpol pengusung? Dikatakannya, sesuai data yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang ada lima Parpol, yang mengusung pasangan calon Rendra Kresna - Sanusi dalam Pilkada 2015 lalu.
"Lima Parpol tersebut adalah Golkar, PKB, NasDem PPP serta Demokrat. Kami berharap kelima Parpol ini, secepat mungkin bisa mengirimkan dua nama yang diusulkan," tegasnya.
Setelah nantinya calon Wabup ini terpilih, DPRD Kabupaten Malang, akan menyampaikan ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Jatim.
"Begitu ada penetapan, nantinya Wabup akan dilantik oleh Gubernur, karena tingkatannya setara dengan Bupati," pungkasnya.
Terkait dengan calon Wabup pendamping Drs. H.M. Sanusi, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Malang, Choirul Anam, mengaku masih menunggu hasil komunikasi politik dengan Parpol pengusung. Namun demikian, Anam memastikan bahwa dari NasDem sudah menyiapkan kader terbaik, untuk diusulkan sebagai calon Wabup.
"Pastinya ada (calon Wabup, red) dari NasDem. Bisa satu atau dua calon yang nantinya akan kami usulkan. Tentunya adalah kader terbaik Partai NasDem," ungkap Choirul Anam.
Siapa dua calon tersebut, Anam tidak menyebut. Karena masih menunggu hasil komunikasi dengan Parpol pengusung. Sebab, untuk memutuskan siapa yang nantinya diusulkan maju sebagai calon, harus melalui rapat koordinasi dengan seluruh Parpol pengusung.
"Tahapan pertama kami, adalah bagaimana secepatnya menjalin komunikasi dengan Parpol pengusung. Paling lambat dalam waktu 1 sampai 2 hari ini," ujarnya.
Dari hasil rapat koordinasi itulah, nantinya akan diputuskan siapa yang akan diusulkan sebagai calon Wabup. Sebab, semua Parpol pengusung pastinya memiliki nama calon yang akan diusulkan.
"Untuk Wabup ini, bukan menjadi jatah Parpol A atau B. Karena mekanisme aturannya adalah Parpol pengusung, maka keputusan siapa calonnya berdasarkan hasil komunikasi politik dengan Parpol pengusung," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Siadi serta Wakil Ketua Kusmantoro Widodo, masih belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi, nomor ponsel Siadi tidak aktif, sedangkan Kusmantoro Widodo tidak ada respons meskipun terdengar nada sambung.
Begitu juga dengan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad, juga belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi tidak ada jawaban, meskipun nomornya aktif dan terdengar nada sambung.(agp/ary)



Loading...