Maling Spesialis Rumah Kos Diringkus

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 357 , halim, fino

MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST
BUKTI : Kapolres Makota AKBP Dony Alexander saat mengangkat barang bukti laptop hasil curian Kukuh Yudianto, pelaku spesialis pencurian rumah kosong.

MALANG – Polres Makota meringkus pelaku spesialis pembobol rumah kos. Kukuh Yudianto, 26, kuli bangunan warga Sidomulyo Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun, diamankan oleh jajaran Polsek Sukun. Sampai Kamis (19/9), Kukuh masih meringkuk di sel tahanan Polsek Sukun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dari keterangan yang dihimpun, Kukuh beraksi di kawasan Jalan Salak Kelurahan Sukun Kota Malang pada 4 September 2019 lalu. Dia beraksi saat semua orang sedang tidur, yakni pukul 05.00. Dengan modus menyelinap masuk ke dalam kos-kosan, Kukuh berhasil mencuri barang elektronik.
Yaitu, 5 buah laptop dan 5 buah handphone berbagai merek. Kukuh, diamankan pada Minggu (15/9) beserta barang bukti satu handphone Asus, satu laptop Asus, uang Rp 105 ribu serta jaket warna biru gelap. Setelah mencuri, Kukuh kabur. Tak lama, korban sekaligus penghuni kos, Hanifah, 18, terbangun.
Saat memeriksa barang-barangnya, Hanifah kaget karena laptop dan handphone miliknya sudah hilang. Dia sempat berpikir bahwa barangnya hanya dipinjam. Tapi, tak lama kemudian, teman-temannya satu kos juga mengaku handphone dan laptopnya amblas. Setelah yakin sudah menjadi korban pencurian, korban melapor ke Polsek Sukun.
Unit Reskrim Polsek Sukun turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Setelah mendeteksi keberadaan salah satu handphone, polisi membekuk Kukuh. Saat ditangkap, polisi mengamankan barang bukti laptop dan uang serta handphone. Sementara, benda lain diakui sudah dijual.
Kapolres Makota AKBP Dony Alexander didampingi oleh Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta menyebut, hasil penyidikan, tersangka tidak kali ini saja beraksi di rumah kos. “Setidaknya, dia sudah 10 kali melakukan kejahatan tersebut di wilayah Kecamatan Sukun,” kata Anang.
Polsek Sukun, masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman. Karena, masih ada satu tersangka lain yang buronan. “Untuk tersangka ini, kami kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tutup Anang.(fin/lim)



Jumat, 18 Okt 2019

Ekor Kepala

Loading...